Keuangan.id – 27 April 2026 | Al Ahli kembali menuliskan sejarah dengan mengangkat trofi AFC Champions League Elite 2026 setelah menjuarai pertandingan final yang berlangsung dramatis hingga perpanjangan waktu. Tim yang hanya menurunkan sepuluh pemain berhasil menahan tekanan lawan, memanfaatkan setiap peluang, dan akhirnya menutup laga dengan kemenangan 2-1 di menit-menit terakhir extra time.
Detik-detik Krusial di Laga Penentuan
Final yang digelar di stadion megah di Timur Tengah menyuguhkan duel sengit antara Al Ahli dan rival kuat mereka yang berusaha mematahkan dominasi tim Arab Saudi. Pada babak pertama, Al Ahli tampak kesulitan mengatur lini serang karena harus mengganti satu pemain karena cedera. Meskipun hanya sepuluh pemain, pelatih Jürgen Jaissle tetap menekankan strategi menekan tinggi dan memanfaatkan kecepatan sayap.
Gol pertama tercipta pada menit ke-38 melalui tendangan bebas yang dieksekusi oleh veteran Mahrez. Bola melesat tepat ke sudut gawang, memaksa kiper lawan terjegal. Namun, lawan segera menyamakan kedudukan lewat serangan balik cepat pada menit ke-57, membuat skor menjadi 1-1 menjelang jeda.
Firas Al‑Buraikan Menjadi Pahlawan
Babak kedua semakin menegangkan. Dengan stamina yang menipis, Al Ahli menurunkan satu pemain lagi karena kartu merah kedua yang diberikan kepada bek tengah mereka. Pada saat itulah Firas Al‑Buraikan, pemain muda asal Saudi, muncul sebagai penyelamat. Pada menit ke-112, ia menerima umpan silang di kotak penalti, menanduk bola ke dalam gawang lawan, mengantarkan Al Ahli unggul 2-1.
Gol penentu tersebut memicu sorakan keras dari suporter, namun lawan tetap berusaha keras hingga peluit akhir berbunyi. Keberhasilan Al Ahli mempertahankan keunggulan dengan hanya sepuluh pemain menegaskan kualitas mental dan taktik tim.
Pujian dari Sang Pelatih
Usai pertandingan, Jürgen Jaissle menyampaikan rasa bangga yang mendalam. Ia menyebut kemenangan ini sebagai “momen bersejarah” yang menunjukkan kemampuan tim untuk bangkit dalam situasi paling sulit. Jaissle menekankan bahwa mentalitas juara dibangun dari kerja keras, kedisiplinan, dan kepercayaan penuh antar pemain.
“Kami masuk ke lapangan dengan satu tujuan: menjuarai kompetisi ini. Meskipun harus bermain dengan sepuluh pemain, semangat juang mereka tidak pernah luntur. Ini adalah bukti bahwa taktik yang tepat dapat mengatasi kekurangan kuantitas,” ujar Jaissle dalam konferensi pers.
Implikasi dan Prospek Kedepan
Kemenangan ini menegaskan Al Ahli sebagai klub paling dominan di Asia pada era modern. Meskipun muncul spekulasi mengenai potensi Asian Super Cup melawan Al Nassr yang dipimpin Ronaldo, manajemen Al Ahli menegaskan bahwa fokus utama tetap pada pengembangan tim dan persiapan kompetisi domestik.
Keberhasilan Al Ahli juga memberi dorongan besar bagi pemain muda seperti Firas Al‑Buraikan, yang kini menjadi sorotan internasional. Penampilannya yang menonjol di panggung terbesar Asia membuka peluang bagi transfer ke liga Eropa atau Asia lainnya.
Di sisi lain, Mahrez, yang sebelumnya dikenal sebagai bintang Liga Champions Eropa, kembali membuktikan nilai tambahnya bagi klub. Kontribusinya dalam mencetak gol pembuka menjadi salah satu faktor kunci dalam meraih gelar.
Dengan gelar ini, Al Ahli menambah koleksi trofi internasional mereka dan memperkuat reputasi sebagai tim yang mampu berkompetisi di level tertinggi. Kemenangan ini juga diharapkan dapat meningkatkan popularitas sepak bola di kawasan, menarik sponsor baru, serta menginspirasi generasi muda untuk menggeluti olahraga ini.
Secara keseluruhan, kemenangan dramatis Al Ahli di AFC Champions League Elite 2026 menjadi bukti nyata bahwa tekad, strategi cerdas, dan kemampuan individu dapat mengatasi segala rintangan, bahkan ketika jumlah pemain berada di angka terendah.











