Keuangan.id – 22 Mei 2026 | Afrika saat ini berada di ambang transformasi ekonomi besar-besaran. Dengan diluncurkannya kebijakan baru oleh Cina yang menghapus tarif impor untuk Afrika, ekonomi terbesar di Afrika mendapatkan akses bebas tarif ke pasar Cina selama dua tahun ke depan. Ini membuka peluang besar bagi para petani dan produsen di Afrika untuk meningkatkan ekspor dan pendapatan mereka.
Ekspor pertama alpukat dari Kenya ke Cina pada awal bulan Mei menjadi indikator positif dari kebijakan ini. Para petani seperti Olive Gichuri dari Kenya menyambut baik kebijakan ini karena berpotensi meningkatkan pendapatan dan membuka pasar yang lebih luas bagi produk mereka. Namun, peneliti senior Lauren Johnston mengingatkan bahwa kebijakan ini sebenarnya lebih menguntungkan bagi ekonomi Afrika yang lebih kuat, yaitu negara berpendapatan menengah yang berada dalam posisi baik untuk meningkatkan ekspor.
Perdagangan antara Cina dan Afrika mencapai rekor sebesar 348 miliar dolar AS pada tahun 2025, dengan Cina menjadi mitra dagang terbesar Afrika selama 16 tahun berturut-turut. Namun, defisit perdagangan Afrika dengan Cina meningkat tajam, mencapai 102 miliar dolar AS, yang disebabkan oleh rendahnya harga ekspor Afrika dan meningkatnya impor barang manufaktur dari Cina.
Sementara itu, wabah Ebola di Afrika Tengah menyebabkan penutupan akses dari beberapa negara, termasuk Bahrain, yang melarang masuk bagi warga negara asing dari Republik Demokratik Kongo, Sudan Selatan, dan Uganda. Ini merupakan langkah pencegahan untuk mencegah penyebaran virus yang telah menyebabkan ratusan kasus dan puluhan kematian.
Di bidang olahraga, Senegal telah mengumumkan skuad final mereka untuk Piala Dunia FIFA 2026, dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang menjanjikan. Mereka dianggap memiliki potensi besar untuk melangkah jauh di turnamen tersebut.
Konferensi Biashara Afrika 2026 juga membahas tentang pentingnya membangun sistem produksi, agregasi, dan distribusi yang efisien untuk mendukung keberhasilan Area Perdagangan Bebas Benua Afrika (AfCFTA). Ini termasuk peran penting dari perusahaan perdagangan, aggregator, Zona Ekonomi Khusus, dan jaringan distribusi dalam mengoperasikan pasar tunggal Afrika.
Dalam beberapa tahun terakhir, Afrika telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan, dengan beberapa negara mencatat pertumbuhan yang tinggi. Namun, tantangan seperti kemiskinan, pengangguran, dan infrastruktur yang belum memadai masih perlu diatasi. Dengan kebijakan yang tepat dan kerja sama internasional, Afrika dapat memanfaatkan potensinya untuk menjadi kekuatan ekonomi global.











