Adapundi Terapkan Strategi Ini Dalam Menjaga TWP90 Tetap Terkendali

Adapundi Terapkan Strategi Ini Dalam Menjaga TWP90 Tetap Terkendali
Adapundi Terapkan Strategi Ini Dalam Menjaga TWP90 Tetap Terkendali

Keuangan.id – 08 April 2026 | Adapundi, lembaga keuangan yang terus berupaya meningkatkan kualitas portofolio kreditnya, telah mengimplementasikan serangkaian langkah strategis untuk memastikan tingkat risiko kredit macet atau TWP90 tetap berada pada level yang terkendali. Upaya ini tidak hanya penting bagi stabilitas internal, namun juga memberi sinyal positif kepada pemangku kepentingan dan regulator.

Berikut adalah strategi utama yang diterapkan oleh Adapundi:

  • Penilaian kredit yang lebih ketat: Proses underwriting diperkuat dengan penggunaan model scoring berbasis data historis dan algoritma AI, sehingga dapat mengidentifikasi calon debitur dengan risiko tinggi lebih dini.
  • Segmentasi portofolio: Kredit dibagi ke dalam segmen berdasarkan industri, ukuran perusahaan, dan profil risiko, memungkinkan pemantauan yang lebih fokus pada segmen berisiko tinggi.
  • Peningkatan pengawasan pasca pencairan: Tim risiko secara berkala melakukan review terhadap kinerja debitur, termasuk analisis arus kas dan kepatuhan terhadap covenants.
  • Penerapan limit eksposur: Batas maksimum kredit per nasabah dan per sektor ditetapkan secara konservatif untuk mencegah konsentrasi risiko.
  • Penguatan koleksi dan restrukturisasi: Prosedur penagihan dioptimalkan, serta opsi restrukturisasi disediakan bagi debitur yang mengalami kesulitan keuangan namun masih memiliki prospek pemulihan.

Selain itu, Adapundi menekankan pentingnya edukasi nasabah mengenai manajemen keuangan yang sehat, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kredit macet di masa depan. Tim risiko juga berkoordinasi erat dengan departemen bisnis untuk memastikan bahwa kebijakan kredit selaras dengan strategi pertumbuhan perusahaan.

Hasil awal dari penerapan strategi tersebut menunjukkan penurunan signifikan pada TWP90, yang mencerminkan penurunan proporsi kredit yang berpotensi gagal dalam 90 hari pertama. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi keuangan lain dalam mengelola risiko kredit secara proaktif.

Ke depan, Adapundi berencana untuk terus memperbaharui metodologi penilaian risiko, termasuk integrasi data eksternal seperti informasi pasar dan perilaku konsumen, guna meningkatkan akurasi prediksi dan menjaga kesehatan portofolio tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *