Keuangan.id – 16 April 2026 | Mata uang rupiah menunjukkan pergerakan menguat tipis pada perdagangan Kamis, 16 April 2026, menutup pada level Rp17.138 per dolar Amerika Serikat, naik 4 poin dibandingkan sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh sentimen positif yang berasal dari pasar Timur Tengah (Timteng), di mana harga minyak mentah turun dan risiko geopolitik mereda.
Beberapa faktor yang mendukung penguatan rupiah antara lain:
- Penurunan harga minyak mentah global, mengurangi tekanan pada neraca perdagangan Indonesia.
- Kebijakan moneter Bank Indonesia yang tetap berhati-hati, dengan suku bunga stabil.
- Arus masuk modal asing ke pasar ekuitas dan obligasi Indonesia, meningkatkan permintaan terhadap rupiah.
Berikut rangkaian nilai tukar rupiah terhadap dolar dalam tiga hari terakhir:
| Tanggal | Kurs (IDR/USD) |
|---|---|
| 14 Apr 2026 | 17,142 |
| 15 Apr 2026 | 17,140 |
| 16 Apr 2026 | 17,138 |
Meski penguatan ini masih bersifat tipis, pasar menilai bahwa stabilitas harga minyak dan kebijakan likuiditas yang terkontrol dapat memberi ruang bagi rupiah untuk tetap berada pada kisaran yang relatif kuat. Namun, para analis mengingatkan bahwa faktor eksternal seperti kebijakan moneter Amerika Serikat dan dinamika geopolitik tetap menjadi risiko utama yang dapat memengaruhi nilai tukar di masa mendatang.
