AAJI Sebut Rasio Klaim Kesehatan Mulai Tunjukkan Indikasi Perbaikan pada 2025

AAJI Sebut Rasio Klaim Kesehatan Mulai Tunjukkan Indikasi Perbaikan pada 2025
AAJI Sebut Rasio Klaim Kesehatan Mulai Tunjukkan Indikasi Perbaikan pada 2025

Keuangan.id – 02 April 2026 | Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengemukakan bahwa rasio klaim asuransi kesehatan, yang selama beberapa tahun terakhir berada pada level tinggi, mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang diharapkan akan terasa pada tahun 2025.

Rasio klaim, yang mengukur proporsi premi yang dibayarkan kembali kepada peserta dalam bentuk klaim, telah melampaui 95% pada 2022, menandakan tekanan keuangan yang signifikan bagi perusahaan asuransi. Angka tersebut dipicu oleh meningkatnya biaya perawatan medis, prevalensi penyakit kronis, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan hak mereka untuk mengajukan klaim.

AAJI mengidentifikasi tiga pendorong utama yang menyebabkan tingginya rasio klaim:

  • Peningkatan tarif layanan kesehatan dan obat-obatan yang tidak seimbang dengan pertumbuhan premi.
  • Meningkatnya frekuensi klaim akibat program skrining kesehatan massal dan promosi layanan preventif.
  • Keterbatasan mekanisme mitigasi risiko, seperti underwriting yang kurang ketat pada segmen individu.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, asosiasi bersama regulator dan pemain industri berkomitmen pada serangkaian langkah strategis yang diharapkan dapat menurunkan rasio klaim hingga di bawah 90% pada akhir 2025:

  1. Penyesuaian tarif premi secara periodik dengan mengacu pada indeks biaya layanan kesehatan.
  2. Penerapan program manajemen risiko yang lebih proaktif, termasuk program wellness dan monitoring penyakit kronis.
  3. Peningkatan penggunaan teknologi digital untuk proses klaim yang lebih efisien dan mengurangi potensi fraud.
  4. Penguatan kerjasama dengan rumah sakit dan penyedia layanan untuk negosiasi tarif yang lebih kompetitif.

Berikut ini merupakan proyeksi rasio klaim dari 2021 hingga 2025 berdasarkan data internal AAJI:

Tahun Rasio Klaim (%)
2021 93,2
2022 95,8
2023 94,5
2024 92,0
2025 (target) 89,5

Jika target tersebut tercapai, industri asuransi kesehatan di Indonesia diperkirakan akan kembali stabil, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta membuka ruang bagi inovasi produk yang lebih terjangkau. AAJI menegaskan komitmen berkelanjutan untuk memonitor perkembangan ini dan menyesuaikan kebijakan sesuai dengan dinamika pasar.

Exit mobile version