Keuangan.id – 21 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan tetap berada di zona rawan koreksi pada sesi perdagangan Selasa, 21 April 2026. Analis pasar menilai tekanan jual masih signifikan akibat data makro ekonomi yang belum sepenuhnya menguat.
Beberapa faktor yang dapat memicu penurunan meliputi volatilitas nilai tukar, ketidakpastian kebijakan moneter, serta pergerakan indeks global. Dengan kondisi tersebut, para pakar menyarankan investor untuk memperhatikan saham-saham dengan fundamental kuat dan prospek pertumbuhan yang jelas.
Berikut lima saham yang dianggap memiliki potensi bertahan atau bahkan menguat meski IHSG mengalami koreksi:
- PT Telkom Indonesia (TLKM) – posisi dominan di sektor telekomunikasi serta pendapatan stabil dari layanan data.
- PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) – jaringan luas di segmen mikro‑kredit dan rasio NPL yang terjaga.
- PT Unilever Indonesia (UNVR) – merek konsumen kuat serta margin keuntungan yang konsisten.
- PT Astra International (ASII) – diversifikasi usaha di otomotif, agribisnis, dan infrastruktur.
- PT Bank Central Asia (BBCA) – basis nasabah premium dan kinerja keuangan yang solid.
Investor disarankan melakukan evaluasi risiko secara menyeluruh dan menyesuaikan alokasi portofolio sesuai toleransi volatilitas pribadi.
