Keuangan.id – 09 Maret 2026 | Ginjal berperan penting dalam menyaring limbah, mengatur cairan, dan menjaga tekanan darah. Menjaga kesehatan organ ini menjadi fokus utama para ahli, terutama menjelang bulan puasa ketika risiko dehidrasi meningkat. Dr. dr. Andhika Rachman, Sp.PD‑KHOM, menekankan pentingnya hidrasi yang cukup, sementara penelitian tradisional menyoroti manfaat minuman herbal alami sebagai pendukung fungsi ginjal.
7 Minuman Herbal yang Direkomendasikan
- Daun Jelatang – Kaya antioksidan, vitamin A & C, serta mineral seperti zat besi dan magnesium. Sifat diuretiknya membantu meningkatkan produksi urine. Cara penyajian: seduh 1—sendok teh daun jelatang kering dalam segelas air panas selama 5—10—menit, saring, dan konsumsi 1—2 kali sehari.
- Dandelion (Akar atau Daun) – Mengandung senyawa diuretik yang membersihkan ginjal dan mendukung fungsi hati. Seduh 1—2—sendok teh dalam air panas selama 10—15—menit, tambahkan sedikit madu bila suka.
- Teh Hijau – Mengandung katekin yang melindungi sel ginjal dari radikal bebas. Konsumsi 1—2 cangkir per hari tanpa gula atau pemanis buatan.
- Rosella – Buah rosella kaya vitamin C dan antioksidan, dapat membantu menurunkan tekanan darah serta memperbaiki aliran urin. Seduh 2—sendok teh kelopak rosella dalam air panas, diamkan 5—menit.
- Jahe – Sifat anti–inflamasi jahe membantu mengurangi peradangan pada ginjal. Rebus 5—gram jahe segar dengan 250—ml air, tambahkan sedikit madu bila diperlukan.
- Air Kelapa – Mengandung elektrolit alami yang membantu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh setelah puasa. Minum 1—2 gelas air kelapa segar setiap hari.
- Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus) – Dikenal sebagai “herbal diuretik” tradisional, membantu mengeluarkan kelebihan cairan dan mengurangi pembentukan batu ginjal. Seduh 1—sendok teh daun kering dalam air panas selama 5—10—menit.
Tips Hidrasi Selama Puasa untuk Menunjang Efek Herbal
Menurut Dr. Andhika, konsumsi air putih yang cukup antara berbuka hingga sahur (sekitar 6—8 gelas) sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Kombinasikan hidrasi ini dengan minuman herbal di atas untuk memaksimalkan efek diuretik dan anti–oksidan. Hindari makanan berlebih garam dan gula, serta tetap jaga pola makan seimbang.
Perhatian dan Konsultasi Medis
Walaupun minuman herbal bersifat alami, penggunaannya tetap harus dipantau, terutama bagi penderita diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal kronis. Konsultasikan dosis dan frekuensi konsumsi dengan dokter atau ahli herbal untuk menghindari interaksi obat. Dr. Andhika menambahkan bahwa gejala seperti darah dalam urine, nyeri pinggang, atau penurunan berat badan harus segera diperiksakan.
Dengan mengintegrasikan hidrasi yang tepat dan konsumsi rutin 7 minuman herbal ini, masyarakat dapat mendukung fungsi ginjal secara natural, sekaligus menurunkan risiko komplikasi selama puasa atau aktivitas harian.
Sumber gambar: ilustrasi minuman herbal.











