Keuangan.id – 03 April 2026 | WIKA Beton (WTON) mengumumkan strategi ekspansi ke pasar Asia Tenggara dengan menargetkan partisipasi dalam proyek kereta api lintas negara yang direncanakan selesai pada tahun 2026. Proyek ini, yang dikenal sebagai Thailand Rail, merupakan bagian dari inisiatif jaringan kereta api Regional Economic Area (REA) yang menghubungkan negara‑negara ASEAN.
Dengan mengandalkan pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang konstruksi beton pra‑cetak dan infrastruktur, WIKA Beton berencana menambah kapasitas produksi serta memperkuat jaringan logistiknya di kawasan tersebut. Langkah ini diharapkan meningkatkan pangsa pasar perusahaan dalam sektor transportasi dan memperkuat posisi kompetitif di wilayah regional.
Langkah Strategis WIKA Beton
- Peningkatan Kapasitas Pabrik: Penambahan lini produksi beton bertulang dengan output tahunan mencapai 250.000 m³.
- Pengembangan Tim Proyek: Rekrutmen tenaga ahli teknik sipil dan manajemen proyek berpengalaman di industri kereta api.
- Kerjasama Regional: Membentuk aliansi dengan kontraktor lokal di Thailand untuk memperlancar proses tender dan pelaksanaan.
Jadwal Utama Proyek Thailand Rail 2026
| Tahap | Waktu | Keterangan |
|---|---|---|
| Pencarian Tender | Q3 2024 | Pengajuan proposal oleh konsorsium internasional. |
| Penetapan Pemenang | Q1 2025 | Evaluasi teknis dan finansial. |
| Mobilisasi & Persiapan Lapangan | Q2–Q3 2025 | Pembangunan fasilitas produksi beton di Thailand. |
| Pelaksanaan Konstruksi | 2025–2026 | Pemasangan trek, jembatan, dan struktur beton. |
| Operasional Awal | Late 2026 | Kereta komersial pertama melayani rute ASEAN. |
Keberhasilan WIKA Beton dalam memenangkan bagian dari proyek ini tidak hanya akan menambah pendapatan perusahaan, tetapi juga memperkuat integrasi ekonomi antara Indonesia dan negara‑negara ASEAN melalui infrastruktur transportasi yang lebih terhubung.
Pengamat pasar menilai bahwa partisipasi aktif dalam proyek kereta lintas batas dapat membuka peluang tambahan bagi perusahaan konstruksi Indonesia lainnya, sekaligus mendorong transfer teknologi dan standar keselamatan internasional di kawasan.
