Wijaya Karya Raih Persetujuan Pemegang Obligasi dan Sukuk, Langkah Besar Penyehatan Keuangan

Wijaya Karya Raih Persetujuan Pemegang Obligasi dan Sukuk, Langkah Besar Penyehatan Keuangan
Wijaya Karya Raih Persetujuan Pemegang Obligasi dan Sukuk, Langkah Besar Penyehatan Keuangan

Keuangan.id – 26 April 2026 | Jakarta, 26 April 2026 – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berhasil memperoleh persetujuan dari seluruh pemegang obligasi dan sukuk dalam rangka memperkuat struktur keuangan perusahaan.

Rapat Umum Pemegang Obligasi dan Sukuk

Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) serta Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) dilaksanakan pada 20–22 April 2026. Kedua rapat tersebut dihadiri secara kuorum oleh pemegang surat berharga, yang kemudian menyetujui seluruh usulan restrukturisasi yang diajukan oleh manajemen WIKA.

Isi Kesepakatan

  • Penyesuaian jadwal pembayaran kupon obligasi dan sukuk.
  • Perpanjangan jatuh tempo pokok pada semua seri obligasi dan sukuk yang beredar.
  • Revisi ketentuan denda atas keterlambatan pembayaran.
  • Pemenuhan kembali rasio keuangan yang telah ditetapkan dalam perjanjian perwaliamanatan.

Seri obligasi yang termasuk dalam kesepakatan meliputi PUB I Tahap I, PUB I Tahap II, PUB II Tahap I, PUB II Tahap II, serta PUB III Tahap I. Pada sisi sukuk, yang disepakati adalah Sukuk PUB I Tahap II.

Pernyataan Direktur Utama

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menyampaikan bahwa persetujuan ini menunjukkan kepercayaan pemegang obligasi dan sukuk terhadap upaya penyehatan yang sedang dijalankan. “Persetujuan yang diberikan menjadi landasan penting bagi WIKA untuk menjaga keberlangsungan usaha serta memperkuat struktur keuangan ke depan,” ujar Agung dalam konferensi pers.

Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menjalankan strategi penyehatan secara disiplin, memperkuat tata kelola, serta menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan.

Dampak Terhadap Pasar dan Proyeksi Ke Depan

Pengakuan resmi dari pemegang surat berharga diperkirakan akan menurunkan tingkat risiko kredit WIKA di pasar modal Indonesia. Analis pasar menilai bahwa restrukturisasi ini dapat membuka peluang bagi perusahaan untuk mengakses pendanaan lebih murah, sekaligus meningkatkan likuiditas dalam rangka mendukung proyek‑proyek infrastruktur strategis.

Dalam jangka menengah, WIKA menargetkan pertumbuhan pendapatan bersih di atas 10 % per tahun, dengan fokus pada proyek transportasi, energi, dan pembangunan wilayah. Penyesuaian jadwal kupon dan perpanjangan jatuh tempo memberikan ruang pernapasan bagi perusahaan untuk menyesuaikan arus kas dengan jadwal pelaksanaan proyek.

Langkah Selanjutnya

Manajemen WIKA akan mengimplementasikan kebijakan baru dalam rangka memastikan kepatuhan terhadap rasio keuangan yang disepakati. Selain itu, perusahaan berencana meningkatkan transparansi laporan keuangan dan memperkuat mekanisme pengawasan internal.

Dengan dukungan kuat dari pemegang obligasi dan sukuk, WIKA optimis dapat memperkuat fondasi keuangan dan melanjutkan kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur nasional, yang menjadi prioritas pemerintah dalam agenda pembangunan jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *