Keuangan.id – 30 Maret 2026 | Platform pembayaran digital Qlola milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat pencapaian signifikan pada akhir Februari 2026. Total nilai transaksi yang diproses mencapai Rp 2.141,37 triliun, menandakan pertumbuhan yang kuat dalam ekosistem fintech nasional.
Selain volume transaksi, Qlola juga mencatat peningkatan basis pengguna sebesar 33 % secara tahunan. Pertumbuhan ini memperkuat posisi Qlola sebagai salah satu layanan pembayaran paling diminati di Indonesia.
Dana murah yang dihimpun melalui Qlola mencapai Rp 369,35 triliun, memberikan dukungan likuiditas bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang memanfaatkan fasilitas kredit mikro.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Volume Transaksi (Feb 2026) | Rp 2.141,37 triliun |
| Pertumbuhan Pengguna YoY | +33 % |
| Dana Murah Terkumpul | Rp 369,35 triliun |
Berikut beberapa implikasi dari pencapaian tersebut:
- Memperluas adopsi pembayaran digital di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di daerah yang belum terjangkau layanan perbankan tradisional.
- Meningkatkan inklusi keuangan melalui penyediaan dana murah bagi UMKM, yang dapat mempercepat pertumbuhan usaha dan penciptaan lapangan kerja.
- Meneguhkan posisi BRI sebagai pionir inovasi fintech di pasar domestik, sekaligus memperkuat daya saingnya melawan kompetitor global.
- Mendorong integrasi lebih lanjut antara layanan Qlola dengan ekosistem digital lainnya, seperti e‑commerce, aplikasi transportasi, dan platform layanan publik.
Dengan tren pertumbuhan yang berkelanjutan, Qlola diproyeksikan akan terus menjadi motor penggerak transaksi digital dan sumber dana murah yang strategis bagi perekonomian Indonesia.











