Keuangan.id – 28 April 2026 | VinFast eScooter resmi menapaki pasar Indonesia dengan tiga varian utama, menjanjikan revolusi transportasi listrik dua roda di tengah upaya pemerintah mempercepat elektrifikasi. Kehadiran produk ini sekaligus menimbulkan sorotan pada kapasitas produksi massal di pabrik Vietnam serta insiden taksi listrik yang melanggar rel kereta di Bekasi.
Pabrik Produksi VinFast di Hai Phong
Pabrik VinFast yang terletak di kawasan industri Dinh Vu, Cat Hai, Hai Phong, Vietnam, menempati lahan seluas 335 hektare. Fasilitas tersebut tidak hanya memproduksi mobil listrik, tetapi juga skuter listrik, bus listrik, serta mendukung riset dan pelatihan melalui institut R&D internal. Pada fase pertama, pabrik mampu memproduksi 250.000 unit kendaraan per tahun, dan direncanakan meningkat menjadi 500.000 unit pada fase kedua, dengan potensi ekspansi hingga satu juta unit per tahun bila permintaan pasar mengizinkan.
Model eScooter yang Diluncurkan di Indonesia
VinFast memilih tiga model eScooter untuk tahap awal masuk Indonesia: Evo, Feliz II, dan Viper. Ketiga model tersebut diposisikan pada segmen entry‑level, menengah, dan sporty, masing‑masing menyesuaikan gaya berkendara konsumen lokal.
- Evo – Model paling terjangkau, desain menyerupai skuter Italia.
- Feliz II – Model menengah dengan sentuhan desain ala skuter Jepang.
- Viper – Model sport dengan dual shock absorber dan tampilan yang lebih agresif.
Perbedaan Spesifikasi antara Vietnam dan Indonesia
Versi Vietnam dari ketiga model menampilkan daya maksimum 2.450 W (Evo) hingga 3.000 W (Feliz II dan Viper) serta baterai 1,5 kWh yang dapat dipasangkan dua kali untuk mencapai jarak tempuh 150‑165 km dan kecepatan maksimum 70 km/jam. Pada versi Indonesia, VinFast meningkatkan spesifikasi daya dan kapasitas baterai, menghasilkan akselerasi lebih responsif. Namun, pengujian awal mengungkap beberapa kendala: suspensi Evo terasa keras pada jalan tidak rata, sementara ukuran ban kecil mengurangi stabilitas pada kecepatan tinggi. Feliz II menawarkan suspensi yang lebih empuk dan keseimbangan yang lebih baik, sedangkan Viper menambahkan dual shock absorber serta subtank untuk menambah kenyamanan.
Insiden Taksi Listrik VinFast di Rel Kereta Bekasi
Pada 27 April 2026, sebuah taksi online berbasis listrik VinFast mengalami mogok di atas rel kereta api Stasiun Bekasi Timur. Kendaraan tidak dapat dipindahkan secara cepat, memaksa KRL Commuter Line berhenti. Ketika kereta jarak jauh Argo Bromo melaju di rel yang sama, terjadilah tabrakan yang menimbulkan kerusakan signifikan pada gerbong KRL serta kepanikan penumpang. Penyebab kegagalan kendaraan diduga terkait gangguan pada sistem kelistrikan 12 volt yang mengatur komponen elektronik utama, atau kerusakan pada Integrated Charging Control Unit (ICCU). Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan operasional kendaraan listrik pada area publik yang sensitif.
Strategi Peluncuran Terbatas VinFast di Indonesia
CEO VinFast Indonesia, Yordan Satriadi, menjelaskan bahwa perusahaan mengadopsi pendekatan bertahap. Studi pasar menunjukkan bahwa tidak semua model global cocok langsung diperkenalkan ke konsumen Indonesia. Oleh karena itu, tiga model terpilih dijadikan pilot untuk mengukur respons pasar, menguji jaringan dealer, layanan purna jual, serta skema pembiayaan melalui leasing. Model lain masih berada dalam tahap perencanaan dan akan diluncurkan pada fase berikutnya setelah fondasi operasional terbukti stabil.
Respons Konsumen dan Tantangan Kedepan
Umpan balik awal dari pengguna eScooter VinFast menyoroti kelebihan akselerasi instan, namun juga mengkritik suspensi keras pada Evo dan ukuran ban yang kecil. Feliz II mendapat pujian karena kenyamanan pada jalan bergelombang, sementara Viper dianggap cocok bagi pengendara yang menginginkan tampilan sportif tanpa mengorbankan kestabilan. Di samping itu, isu keselamatan yang muncul dari kecelakaan taksi listrik menuntut VinFast untuk memperkuat prosedur inspeksi baterai dan sistem darurat, terutama pada kendaraan yang beroperasi di wilayah dengan infrastruktur kereta api yang padat.
Secara keseluruhan, kehadiran VinFast eScooter di Indonesia mencerminkan ambisi perusahaan Vietnam untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem mobilitas listrik Asia Tenggara. Keberhasilan jangka panjang akan sangat bergantung pada kemampuan VinFast menyesuaikan produk dengan kondisi lokal, memperkuat jaringan layanan, serta memastikan standar keselamatan yang ketat untuk menghindari insiden serupa di masa mendatang.











