Keuangan.id – 16 April 2026 | Bank Indonesia mengumumkan bahwa total Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2026 telah mencapai US$437,9 miliar, menandakan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Angka ini mencerminkan akumulasi pinjaman pemerintah baik dalam bentuk obligasi internasional, kredit bilateral, maupun pinjaman multilateral. Kenaikan ULN dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pembiayaan defisit anggaran, penyesuaian nilai tukar, serta kebutuhan pendanaan untuk proyek infrastruktur besar.
Berikut adalah perkiraan perkembangan ULN dalam lima tahun terakhir:
| Tahun | Utang Luar Negeri (USD Miliar) |
|---|---|
| 2022 | 384,2 |
| 2023 | 403,5 |
| 2024 | 418,7 |
| 2025 | 429,1 |
| 2026 (Feb) | 437,9 |
Meski peningkatan ULN menimbulkan kekhawatiran tentang beban hutang jangka panjang, BI menekankan bahwa rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih berada dalam batas aman yang ditetapkan oleh standar internasional. Kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi serta mengendalikan risiko keuangan.
Pengamat ekonomi memperingatkan pentingnya peningkatan efisiensi penggunaan dana pinjaman, terutama untuk proyek infrastruktur yang dapat mendorong pertumbuhan produktivitas. Selain itu, diversifikasi sumber pembiayaan dan penguatan cadangan devisa menjadi faktor kunci dalam mengelola beban ULN ke depan.











