Keuangan.id – 09 Mei 2026 | Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berinovasi dengan menghadirkan program Master of Business Administration (MBA) baru yang membuka konsentrasi Strategic Leadership, Organizational Design, dan Culture. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin kompleks dan dinamis, terutama dalam hal kepemimpinan dan transformasi organisasi.
Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Didi Achjari, menyatakan bahwa inisiatif program ini muncul dari kebutuhan organisasi dalam menghadapi perubahan yang semakin cepat. Setiap organisasi membutuhkan pemimpin, tetapi pada saat yang sama kualitas kepemimpinan juga sangat bergantung pada konteks budaya tempat organisasi itu berada.
Sementara itu, Kementerian Agama membentuk susunan keanggotaan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) untuk persiapan pemilihan calon anggota Majelis Masyayikh masa khidmat 2026–2031. Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno menegaskan bahwa AHWA memiliki peran strategis dalam proses penjaringan anggota Majelis Masyayikh.
Di lain pihak, sebanyak 30 mahasiswa UGM menggali berbagai potensi pariwisata hingga pengelolaan lingkungan hidup di Kecamatan Macak, Serang, Banten, lewat Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM). Mereka akan menggali berbagai potensi daerah, khususnya pariwisata dan pengelolaan lingkungan hidup, mengingat wilayah Kecamatan Mancak juga termasuk area yang rentan terhadap bencana longsor.
Pembentukan Tim AHWA
Tim AHWA dibentuk untuk mempersiapkan pemilihan calon anggota Majelis Masyayikh. AHWA memiliki mandat penting dalam proses penyiapan calon anggota Majelis Masyayikh, termasuk penetapan bakal calon, penyampaian surat kesediaan, penetapan calon berdasarkan kesediaan, hingga penyampaian nama calon kepada Menteri Agama.
Program MBA Baru UGM
Program MBA baru UGM membuka konsentrasi Strategic Leadership, Organizational Design, dan Culture. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin kompleks dan dinamis, terutama dalam hal kepemimpinan dan transformasi organisasi.
Deputi Direktur UGM Kampus Jakarta, Sari Sitalaksmi, menyatakan bahwa salah satu keunikan sekaligus pembeda dari konsentrasi ini terletak pada mata kuliah akhirnya. Pembelajaran dirancang untuk mengintegrasikan aspek akademik dengan praktik di dunia nyata, sehingga tidak hanya berfokus pada analisis yang bersifat abstrak.
Para peserta program MBA baru UGM akan belajar sambil tetap menjalankan peran di organisasi masing-masing, kemudian kembali ke kampus untuk mendiskusikan pengalaman. Pembelajaran yang diperoleh juga bisa langsung diterapkan sebagai praktik di lapangan.
Dengan demikian, diharapkan terjadi proses internalisasi sehingga mereka bisa menjadi leader di unitnya dan menularkan dampaknya lebih luas.











