Berita  

UGM Buka Pintu Lebih Lebar: Seleksi Bibit Unggul Tidak Mampu, Biaya Kuliah FEB Meroket, dan 2.837 Kursi SNBT Siap Diperebutkan

UGM Buka Pintu Lebih Lebar: Seleksi Bibit Unggul Tidak Mampu, Biaya Kuliah FEB Meroket, dan 2.837 Kursi SNBT Siap Diperebutkan
UGM Buka Pintu Lebih Lebar: Seleksi Bibit Unggul Tidak Mampu, Biaya Kuliah FEB Meroket, dan 2.837 Kursi SNBT Siap Diperebutkan

Keuangan.id – 17 April 2026 | Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menjadi sorotan utama dunia pendidikan Indonesia menjelang tahun akademik 2026/2027. Berbagai kebijakan baru digulirkan, mulai dari program seleksi khusus bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, estimasi biaya kuliah di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) yang mencapai ratusan juta rupiah, hingga pembukaan 2.837 kursi melalui Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). Semua ini menandakan komitmen UGM dalam memperluas akses, meningkatkan kualitas, sekaligus menyesuaikan kebutuhan finansial mahasiswa.

Seleksi Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM): Kesempatan bagi Siswa Berprestasi

Jalur Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM) dibuka oleh UGM pada 14 hingga 29 April 2026. Program ini khusus ditujukan bagi siswa kelas akhir SMA/MA/SMK atau Paket C yang berada di 25 % teratas kelas serta memiliki prestasi minimal juara satu pada tingkat provinsi. Calon pendaftar juga wajib memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau bukti pendapatan keluarga yang tidak melebihi Rp 4 juta per bulan, dengan penghasilan per anggota keluarga maksimum Rp 750 ribu. Selain itu, rapor harus mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk semua mata pelajaran semester 1‑5 (atau 1‑7 bagi SMK 4 tahun). Biaya pendaftaran hanya Rp 25 ribu, menandakan upaya UGM mengurangi beban finansial bagi keluarga kurang mampu.

Setiap pelamar harus direkomendasikan oleh sekolah dan memiliki sertifikat atau piagam juara di tingkat provinsi, nasional, atau internasional. Seleksi selesai pada 4 Juni 2026, dan hasilnya dapat diakses melalui portal resmi UGM.

Biaya Kuliah FEB 2026: Dari UKT hingga Program Internasional

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, yang terkenal dengan akreditasi AACSB, menerapkan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa. Untuk program studi utama seperti Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Ekonomi, UKT tertinggi diperkirakan berkisar antara Rp 12 juta hingga Rp 15 juta per semester. Dengan standar 8 semester untuk program sarjana, total biaya UKT dapat mencapai Rp 96 juta hingga Rp 120 juta, belum termasuk Iuran Pengembangan Institusi (IPI) bagi mahasiswa jalur mandiri yang berkisar antara Rp 20 juta hingga Rp 30 juta.

Jika mahasiswa memilih International Undergraduate Program (IUP) yang menawarkan kurikulum internasional, biaya per semester melonjak menjadi Rp 27,5 juta hingga Rp 35 juta. Total biaya IUP selama 8 semester dapat menyentuh Rp 240 juta hingga Rp 280 juta, setara dengan harga mobil keluarga baru. Meskipun demikian, UGM tetap memberikan beasiswa dan skema pembayaran fleksibel untuk membantu mahasiswa berprestasi yang membutuhkan dukungan finansial.

SNBT 2026: 2.837 Kursi Menjadi Target Utama Calon Mahasiswa

UGM membuka 2.837 kursi melalui jalur SNBT, yang mencakup 30 % dari total daya tampung program sarjana dan sarjana terapan reguler. Proses seleksi dimulai dengan pembuatan akun SNPMB pada 12 Januari‑7 April 2026, diikuti pendaftaran UTBK pada 25 Maret‑7 April, dan pelaksanaan UTBK pada 21‑30 April. Hasil seleksi diumumkan pada 25 Mei 2026.

Kuota SNBT dibagi secara merata ke dalam tiga jalur: Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 30 %, SNBT 30 %, dan seleksi mandiri 40 %. Dari 93 program studi yang tersedia, program dengan kursi paling sedikit adalah Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (9 kursi), sementara Program Hukum menempati puncak dengan 96 kursi. UGM berperan sebagai salah satu pusat UTBK, memastikan proses seleksi transparan dan objektif melalui sistem komputerisasi.

Langkah UGM Memperkuat Akses dan Mutu Pendidikan

Kebijakan PBUTM, penyesuaian UKT, dan peningkatan kuota SNBT menunjukkan strategi UGM untuk menyeimbangkan antara inklusivitas dan kualitas. Dengan menurunkan hambatan biaya masuk melalui seleksi khusus, UGM berharap dapat menarik talenta terbaik dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk daerah terpencil. Pada saat yang sama, penetapan biaya kuliah yang kompetitif di FEB mencerminkan upaya universitas untuk tetap bersaing secara global, sekaligus menjaga keberlanjutan operasional dan kualitas fasilitas.

Para calon mahasiswa dan orang tua diimbau untuk memantau pengumuman resmi di portal admissions.ugm.ac.id serta menyiapkan dokumen pendukung seperti rapor, sertifikat prestasi, dan bukti kepemilikan KIP. Dengan persiapan matang, peluang mendapatkan tempat di salah satu institusi pendidikan tertinggi di Indonesia semakin terbuka lebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *