Berita  

Tragedi Mengguncang Ponorogo: IRT Tewas Tersetrum Saat Isi Daya HP, Apa Penyebabnya?

Tragedi Mengguncang Ponorogo: IRT Tewas Tersetrum Saat Isi Daya HP, Apa Penyebabnya?
Tragedi Mengguncang Ponorogo: IRT Tewas Tersetrum Saat Isi Daya HP, Apa Penyebabnya?

Keuangan.id – 03 Mei 2026 | Ponorogo – Pada Senin pagi, sebuah tragedi menimpa seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berusia 38 tahun yang ditemukan tak bernyawa di ruang tamu rumahnya setelah tersetrum saat isi daya HP. Kejadian ini menghebohkan warga setempat dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai keamanan instalasi listrik rumah tangga.

Latar Belakang Insiden

Korban, yang dikenal dengan nama Siti Nurjanah, tengah mengisi daya ponsel menggunakan charger standar ketika tiba‑tiba merasakan sengatan listrik kuat. Menurut saksi mata, ia terjatuh dan tidak sadarkan diri dalam hitungan detik. Tetangga yang mendengar teriakan keras segera memanggil ambulans, namun petugas medis menyatakan korban telah meninggal dunia sesampainya di rumah sakit.

Fakta Medis dan Penyebab Potensial

Tim medis dari RSUD Ponorogo melakukan otopsi singkat dan mengidentifikasi luka bakar listrik pada kedua tangan serta bekas luka pada dada. Pemeriksaan awal menunjukkan adanya arus listrik berlebih yang mengalir melalui charger dan kabel listrik yang kemungkinan tidak terpasang dengan standar keamanan nasional (SNI).

  • Penggunaan charger asli yang tidak sesuai spesifikasi dapat meningkatkan risiko konsleting.
  • Kabel listrik yang sudah usang atau terkelupas memperbesar peluang terjadinya hubungan arus pendek.
  • Steker yang tidak terpasang dengan baik pada stopkontak dapat menyebabkan percikan listrik saat perangkat diisi daya.

Para ahli kelistrikan dari Dinas Tenaga Listrik Kabupaten Ponorogo menegaskan bahwa instalasi listrik rumah yang tidak teratur, terutama pada rumah‑rumah lama, rentan menimbulkan bahaya tersetrum. Mereka menambahkan bahwa penggunaan stopkontak multipel tanpa pelindung arus lebih (MCB) memperparah risiko.

Reaksi Masyarakat dan Pemerintah

Warga Ponorogo langsung menggelar aksi solidaritas di depan rumah korban, menandakan keprihatinan atas kejadian tersebut. “Kami tidak menyangka hal sederhana seperti mengisi daya ponsel dapat berakibat fatal,” kata salah satu tetangga yang ikut serta dalam doa bersama.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Tenaga Listrik berjanji akan melakukan inspeksi menyeluruh pada instalasi listrik di wilayah tersebut. Gubernur Jawa Timur juga mengumumkan program sosialisasi gratis bagi masyarakat mengenai cara aman mengisi daya perangkat elektronik.

Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, para pakar menyarankan langkah‑langkah berikut:

  1. Gunakan charger dan kabel yang memiliki sertifikasi SNI serta hindari produk imitasi.
  2. Periksa kondisi steker, stopkontak, dan kabel listrik secara rutin; ganti bila ada tanda keausan.
  3. Jangan mengisi daya perangkat dalam kondisi basah atau di dekat sumber air.
  4. Pasang pemutus arus lebih (MCB) pada tiap sirkuit listrik utama.
  5. Hindari menumpuk banyak perangkat pada satu stopkontak tanpa pelindung.

Selain itu, edukasi tentang bahaya listrik harus dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah dasar dan menengah, sehingga generasi muda dapat tumbuh dengan kesadaran tinggi akan keselamatan listrik.

Kejadian tragis ini menjadi peringatan keras bagi seluruh lapisan masyarakat bahwa listrik, meski tampak tak berbahaya, dapat menjadi sumber bahaya mematikan bila tidak dikelola dengan benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *