Keuangan.id – 12 April 2026 | Jermanis berusia 34 tahun, Toni Kroos, resmi menutup karir pemainnya setelah Euro 2024 dan kini menjadi sorotan baru Real Madrid. Klub raksasa Spanyol tersebut tidak hanya mengucapkan terima kasih atas kontribusi Kroos selama 12 musim, tetapi juga menyiapkan skenario agar sang legenda kembali ke Santiago Bernabeu dalam kapasitas yang berbeda. Menurut laporan Diario AS, manajemen klub tengah merancang peran non‑pemain untuk Kroos, yang belum diungkap secara resmi namun diyakini melibatkan struktur kepengurusan olahraga.
Kembali sebagai Bagian Manajemen
Real Madrid mengakui kedekatan pribadi Kroos dengan presiden Florentino Pérez sebagai faktor penting dalam proses negosiasi. Hubungan akrab mereka terbukti sejak Kroos pertama kali bergabung pada 2014, dan Kroos secara terbuka memuji kepemimpinan Pérez dalam beberapa kesempatan. Kepercayaan ini memungkinkan klub mempertimbangkan Kroos untuk peran yang memanfaatkan pengalaman taktisnya, seperti konsultan taktik, pelatih junior, atau anggota dewan strategis. Meski peran pastinya belum diumumkan, sumber internal menyebutkan bahwa Kroas akan terlibat dalam pengembangan akademi dan pemantauan talenta muda, sebuah area yang selama ini ia kunjungi secara rutin di Valdebebas.
Pandangan Kroos tentang Leg Bayern Munich di Liga Champions
Pada fase perempat final Liga Champions 2025/2026, Kroos memberi analisis tajam tentang kekalahan Real Madrid 1‑2 atas Bayern Munich di leg pertama. Ia menyoroti aspek mental yang menjadi kunci, mengingat Bayern gagal memanfaatkan keunggulan dua gol secara konsisten. “Bayern tampil luar biasa pada awal pertandingan, namun setelah unggul 2‑0 mereka menurunkan intensitas,” ujar Kroos dalam sebuah podcast. Menurutnya, penurunan tersebut membuka celah bagi Real Madrid untuk bangkit, meski pada akhirnya hasil akhir tetap berlawanan.
Kroos juga menekankan pentingnya transisi cepat dan permainan “chaos” yang menjadi ciri khas Los Blancos. Ia berpendapat bahwa dalam situasi terbuka, Real Madrid menjadi tim paling berbahaya di dunia, sebuah keunggulan yang dapat dimanfaatkan kembali bila klub mengembalikan nilai taktik yang ia bawa selama bertahun‑tahun.
Hubungan Erat dengan Florentino Pérez
Keputusan Real Madrid untuk mendekatkan Kroos kembali tidak lepas dari dukungan penuh Pérez. Presiden klub pernah menyebut Kroos sebagai “salah satu pemain paling profesional yang pernah bermain di sini”. Hubungan tersebut tidak hanya bersifat profesional, tetapi juga bersahabat; Kroos sering terlihat mengunjungi pelatihan tim akademi, berdiskusi dengan pelatih muda, dan berpartisipasi dalam acara sosial klub. Kedekatan ini diyakini akan mempermudah proses integrasi Kroos ke dalam struktur klub, terutama dalam hal adaptasi budaya organisasi.
Masa Pensiun dan Warisan Kroos
Setelah menutup karirnya pada Mei 2024, Kroos menghabiskan waktu mengelola akademi pribadi serta menikmati kehidupan di Madrid. Ia tetap menjadi sosok yang dihormati karena disiplin, visi taktis, dan kemampuan mengontrol tempo permainan. Selama masa aktifnya, Kroos membantu Real Madrid meraih empat gelar La Liga, dua Liga Champions, dan tiga Supercopa, serta menjadi bagian penting dari tim Jerman yang menjuarai Piala Dunia 2014.
Keputusan kembali ke Real Madrid sebagai staf teknis menandai babak baru dalam kariernya. Jika terwujud, Kroos dapat menjadi jembatan antara generasi veteran dan talenta muda, membantu klub menjaga identitas permainan yang telah membuahkan hasil selama dekade terakhir.
Dengan peran yang belum pasti namun penuh harapan, Toni Kroos berpotensi menjadi figur kunci dalam fase transisi Real Madrid menjelang musim 2026/2027. Kehadiran kembali sang maestro tidak hanya menambah nilai pengalaman, tetapi juga memperkuat ikatan antara pemain legendaris dengan manajemen klub, sebuah kombinasi yang dapat menstimulasi kebangkitan Los Blancos di kompetisi domestik maupun Eropa.









