Keuangan.id – 11 April 2026 | Bank Rakyat Indonesia (BRI) resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 52,1 triliun untuk tahun buku 2025 setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar baru-baru ini.
Keputusan ini mencerminkan kinerja keuangan BRI yang tetap kuat meskipun dihadapkan pada tantangan makroekonomi yang berfluktuasi. Laporan keuangan interim menunjukkan peningkatan laba bersih sebesar 12,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang menjadi dasar utama bagi dewan direksi untuk mengusulkan pembagian dividen yang signifikan.
Berikut adalah ringkasan alokasi dividen BRI untuk tahun buku 2025:
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Total Dividen Tunai | Rp 52,1 triliun |
| Dividen per Saham (DPS) | Rp 1.850 per saham |
| Rasio Pembayaran Dividen | 45,3 % dari laba bersih |
Rasio pembayaran dividen yang hampir setengah dari laba bersih menandakan kebijakan BRI yang berimbang antara mempertahankan likuiditas untuk ekspansi bisnis dan memberikan imbal hasil yang kompetitif bagi pemegang saham.
Para analis pasar menilai bahwa keputusan ini dapat meningkatkan kepercayaan investor institusional dan ritel, terutama mengingat BRI terus memperluas jaringan layanan digital serta memperkuat posisi di segmen mikrofinansial. Dampak positif tersebut diharapkan dapat tercermin dalam pergerakan harga saham BRI di bursa efek dalam jangka menengah.
Ke depan, BRI menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 10‑12 % per tahun dan berencana meningkatkan penetrasi layanan perbankan digital hingga 30 % dari total nasabah pada akhir 2025. Jika target tersebut tercapai, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang stabil akan memperkuat basis dividen di tahun-tahun berikutnya.
