Berita  

Terungkap! Jejak Brutal Anggota KKB Pulan Wonda dari Penyerangan Kapolda hingga Pembunuhan Polisi, Kini Ditangkap

Terungkap! Jejak Brutal Anggota KKB Pulan Wonda dari Penyerangan Kapolda hingga Pembunuhan Polisi, Kini Ditangkap
Terungkap! Jejak Brutal Anggota KKB Pulan Wonda dari Penyerangan Kapolda hingga Pembunuhan Polisi, Kini Ditangkap

Keuangan.id – 04 April 2026 | Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil menangkap anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XII Lanny Jaya, Pulan Wonda alias Kamenak, di Kabupaten Puncak Jaya pada 2 April 2026. Penangkapan ini mengakhiri pencarian panjang atas pelaku yang selama lebih dari satu dekade menebar teror di wilayah Papua, termasuk penyerangan terhadap Kapolda Papua, pembunuhan Kapolsek, serta serangkaian aksi kekerasan terhadap aparat keamanan dan warga sipil.

Pulan Wonda diketahui menyamar dan berbaur dengan masyarakat setempat sebelum terdeteksi di sebuah bengkel motor di Kota Mulia. Ketika melaju dengan sepeda motor, ia menabrak kendaraan petugas dan berusaha melarikan diri. Setelah dua peringatan tembakan tidak diindahkan, aparat menembakkan tembakan tegas yang melumpuhkan kaki kanan pelaku, sehingga berhasil menghentikan upaya pelarian.

Rekam Jejak Kekerasan Sejak 2010

Berikut rangkuman kronologis aksi-aksi yang diatributkan kepada Pulan Wonda sejak 2010:

  • 2010 – Penyerangan Kampung Wandenggobak (Distrik Mulia): Menyebabkan dua korban tewas (Yainal, Ahmad Solehan) dan dua luka-luka.
  • 2010 – Penyerangan Petugas di Kampung Lumbuk (Tingginambut): Bripka Kamarul Huda, Brigadir Adam Anoh, dan Brigadir Hairudin Hamid mengalami luka.
  • 2010 – Penyerangan Petugas di Kampung Sanoba: Bripda Ahmad Mualam tewas, sementara Bripda Yadi Prayitno dan Brigadir Dwi Haryono luka.
  • Januari 2012 – Kontak Senjata di Kampung Wuyukwi (Distrik Mulia): Bentrok bersenjata antara KKB dan aparat.
  • 28 Januari 2012 – Penyerangan di Kampung Wandenggobak: Briptu Sukarno tewas.
  • 27 November 2012 – Penembakan Rombongan Kapolda Papua (Jenderal Tito Karnavian) di Desa Nambume, Distrik Pirime: Serangan menimpa Kapolsek Pirime (Rolfi Takubessy), Brigadir Jefry Rumkorem, dan Briptu Daniel Makuker, yang semuanya tewas.
  • 3 Desember 2012 – Pembunuhan Warga Sipil di Tiom, Lanny Jaya: Ferdy Turuallo tewas.
  • 2014 – Penyerangan di Distrik Pirime: Seorang anggota TNI luka, Brigadir Rusdi terluka tembak di pinggang.

Selain penyerangan terhadap aparat, Pulan juga terlibat dalam perampasan senjata api serta pembakaran kantor kepolisian, termasuk pembakaran Mapolsek Pirime pada November 2012.

Proses Penangkapan dan Tindakan Hukum

Penangkapan Pulan Wonda dipimpin oleh Kombes Pol. Yusuf Sutejo selaku Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, dengan dukungan Irjen Faizal Ramadhani sebagai Kepala Satgas. Setelah penahanan, pelaku langsung mendapatkan pertolongan medis untuk luka di kaki kanan. Selanjutnya, ia akan menjalani proses hukum dengan dakwaan utama berupa pelanggaran Pasal 459 KUHP (pembunuhan), Pasal 479 ayat 3 juncto Pasal 308 ayat 3 (pembakaran dan tindakan kekerasan), serta pasal-pasal terkait perampasan senjata. Ancaman hukuman mencakup pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara.

Pejabat kepolisian menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari upaya menegakkan hukum dan melindungi masyarakat Papua dari ancaman KKB. Irjen Ramadhani menambahkan bahwa operasi terus dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai prosedur hukum, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam penanganan pelaku.

Reaksi Masyarakat dan Langkah Selanjutnya

Warga setempat, khususnya di wilayah Mulia, mengaku mengetahui keberadaan Pulan selama beberapa tahun, namun belum melaporkan karena takut akan balas dendam. Kombes Sutejo menyatakan bahwa aparat akan meningkatkan kerja sama dengan tokoh masyarakat untuk mengidentifikasi jaringan pendukung KKB serta memperkuat keamanan di daerah rawan.

Satgas Operasi Damai Cartenz juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk senjata api, amunisi, dan catatan komunikasi kelompok. Penyidikan lanjutan akan difokuskan pada kemungkinan keterlibatan anggota lain serta jaringan logistik yang mendukung aksi-aksi kekerasan tersebut.

Penangkapan Pulan Wonda menjadi bukti konkret bahwa upaya penegakan hukum di Papua terus berlanjut, meski tantangan geografis dan sosial masih signifikan. Diharapkan, keberhasilan operasi ini dapat menurunkan intensitas aktivitas KKB dan memberi rasa aman bagi penduduk setempat.

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi kelompok-kelompok bersenjata lainnya bahwa tindakan kekerasan tidak akan dibiarkan begitu saja, dan negara siap menindak tegas setiap ancaman terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *