Keuangan.id – 26 April 2026 | Polisi Surabaya tengah mengusut satu kasus pembunuhan yang mengguncang warga setempat. Seorang pria berusia lebih dari 70 tahun, dikenal sebagai kakek empat cucu, ditusuk hingga tewas di sebuah jalan cepat pada Jumat malam. Sebelum kejadian, saksi mata melaporkan adanya cekcok singkat antara korban dan pelaku yang diduga berkaitan dengan masalah asmara.
Latar Belakang
Korban, warga Surabaya yang tinggal di kawasan Rungkut, dikenal sebagai sosok yang ramah dan aktif dalam lingkungan sekitar. Ia memiliki empat cucu yang masih berusia remaja dan sering membantu mengurus keperluan rumah tangga. Pada hari kejadian, korban tengah mengantar cucunya ke halte bus ketika insiden terjadi.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 20.30 WIB, korban berpapasan dengan seorang pria berpenampilan rapi di trotoar jalan cepat. Kedua orang tersebut sempat terlibat percakapan singkat yang kemudian berubah menjadi cekcok. Saksi menyebut, pelaku mengangkat suara dan menuduh korban terlibat dalam perselingkuhan yang mengganggu hubungannya dengan seorang wanita yang belum disebutkan identitasnya.
Setelah percakapan memanas, pelaku mengeluarkan sebuah pisau lipat dan menusuk korban di bagian perut. Korban jatuh ke tanah dan langsung mendapatkan pertolongan pertama dari pejalan kaki sebelum ambulans tiba. Meskipun upaya medis intensif dilakukan, korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit setempat.
Motif dan Dugaan Asmara
Polisi mencatat bahwa motif utama pembunuhan kemungkinan berakar pada masalah asmara. Pelaku, yang masih dalam proses penangkapan, diketahui memiliki hubungan pribadi dengan salah satu cucu korban. Namun, penyelidikan awal belum mengonfirmasi keterkaitan langsung antara hubungan tersebut dan aksi kekerasan yang terjadi.
Dalam pengakuan awal yang diberikan kepada penyidik, pelaku mengaku “sakit hati” karena merasa dikhianati. Ia menyatakan bahwa kemarahan tersebut mendorongnya melakukan tindakan drastis, meskipun ia menyadari tindakan itu melanggar hukum.
Reaksi Masyarakat
Berita tentang gelagat kakek 4 cucu yang menjadi korban pembunuhan cepat menyebar di media sosial. Warga setempat mengungkapkan rasa shock dan keprihatinan, terutama karena korban dikenal sebagai sosok yang peduli pada generasi muda. Beberapa komentar menyoroti pentingnya penyelesaian masalah pribadi secara damai dan menghindari kekerasan.
Kelompok kepedulian masyarakat juga mengadakan doa bersama di sekitar lokasi kejadian, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada korban serta dukungan kepada keluarga yang berduka.
Investigasi Kepolisian
Pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti, termasuk pisau yang digunakan serta rekaman CCTV di sekitar area kejadian. Tim forensik masih melakukan analisis terhadap luka korban untuk memastikan pola serangan. Selain itu, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap latar belakang pelaku, termasuk riwayat hubungannya dengan korban dan cucunya.
Polisi mengimbau siapa saja yang memiliki informasi tambahan untuk melapor melalui kanal resmi. Mereka menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai prosedur, dan pelaku akan dikenai hukuman berat sesuai dengan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan.
Kasus ini menambah daftar insiden kekerasan berbasis konflik pribadi di kota Surabaya, menegaskan perlunya edukasi tentang penyelesaian sengketa secara non‑kekerasan. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat program mediasi dan layanan konseling untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.
Dengan berjalannya penyelidikan, diharapkan fakta lengkap mengenai gelagat kakek 4 cucu sebelum ditusuk dapat terungkap, memberikan keadilan bagi keluarga korban sekaligus memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat tentang bahaya konflik asmara yang tak terkendali.











