Berita  

Terungkap! Daftar Negara Termalas di Dunia, Indonesia Peringkat Terendah dalam Jalan Kaki

Terungkap! Daftar Negara Termalas di Dunia, Indonesia Peringkat Terendah dalam Jalan Kaki
Terungkap! Daftar Negara Termalas di Dunia, Indonesia Peringkat Terendah dalam Jalan Kaki

Keuangan.id – 15 Maret 2026 | Fenomena gaya hidup kurang aktif semakin mengkhawatirkan para ahli kesehatan global. Data terbaru mengungkap negara-negara yang paling jarang melakukan aktivitas berjalan kaki, dan mengejutkan banyak pihak, Indonesia berada di urutan paling rendah. Artikel ini menyajikan rangkuman lengkap tentang negara termalas, faktor-faktor penyebab, serta implikasi kesehatan yang harus diwaspadai.

Daftar 10 Negara dengan Tingkat Jalan Kaki Terendah

  1. Arab Saudi – Tingkat kepadatan penduduk yang tinggi di daerah perkotaan, infrastruktur yang mendukung penggunaan mobil, serta iklim panas ekstrem menjadikan jalan kaki sebagai pilihan yang tidak nyaman.
  2. Qatar – Dengan pendapatan per kapita tinggi, kebanyakan warga lebih mengandalkan kendaraan pribadi dan layanan transportasi mewah.
  3. Uni Emirat Arab – Kota seperti Dubai dan Abu Dhabi dirancang untuk mobilitas tinggi, dengan jaringan jalan raya luas dan iklim yang tidak bersahabat untuk berjalan.
  4. Kuwait – Faktor budaya serta suhu yang sangat tinggi selama sebagian besar tahun mengurangi kebiasaan berjalan kaki.
  5. Bahama – Meskipun pulau-pulau kecil, mayoritas penduduk mengandalkan kendaraan bermotor untuk mobilitas harian.
  6. Singapura – Meskipun memiliki transportasi umum yang baik, kepadatan tinggi dan budaya mengandalkan kendaraan pribadi tetap menurunkan angka berjalan kaki.
  7. Jepang – Pada beberapa survei, warga Jepang menunjukkan kecenderungan menggunakan sepeda atau kereta api, sementara berjalan kaki masih rendah di area metropolitan.
  8. Australia – Luasnya wilayah dan kebiasaan mengemudi membuat warga lebih memilih mobil daripada berjalan kaki.
  9. Korea Selatan – Tingkat teknologi tinggi dan kemudahan akses transportasi publik menurunkan frekuensi berjalan kaki di kalangan pekerja muda.
  10. Indonesia – Berdasarkan survei kesehatan nasional, Indonesia menempati posisi terendah di Asia Tenggara dalam hal rata-rata langkah harian per orang.

Mengapa Indonesia Menjadi Negara Paling Sedentari?

Beberapa faktor utama menjadi penyebab rendahnya aktivitas berjalan kaki di Indonesia:

  • Urbanisasi Cepat – Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung mengalami kemacetan parah, sehingga masyarakat lebih memilih transportasi motor atau mobil pribadi.
  • Ketersediaan Infrastruktur – Trotoar yang tidak merata, pencahayaan jalan yang kurang, dan kurangnya area pejalan kaki yang aman menjadi penghalang utama.
  • Kebiasaan Budaya – Di banyak daerah, penggunaan kendaraan bermotor dianggap simbol status sosial, sementara berjalan kaki dipandang kurang prestise.
  • Iklim Tropis – Hujan lebat, suhu tinggi, dan kelembapan membuat berjalan kaki terasa tidak nyaman, terutama pada siang hari.
  • Kurangnya Edukasi Kesehatan – Kampanye mengenai pentingnya aktivitas fisik masih terbatas, sehingga sebagian besar penduduk belum menyadari manfaat kesehatan jangka panjang dari berjalan kaki.

Dampak Kesehatan dari Gaya Hidup Sedentari

Riset menunjukkan bahwa rendahnya aktivitas fisik meningkatkan risiko penyakit tidak menular, antara lain:

Penyakit Risiko Peningkatan
Obesitas +45%
Diabetes Tipe 2 +30%
Penyakit Jantung +25%
Hipertensi +20%

Data ini menegaskan pentingnya meningkatkan langkah harian, minimal 7.000‑10.000 langkah, untuk menurunkan kemungkinan munculnya kondisi tersebut.

Upaya Pemerintah dan Lembaga Swasta

Berbagai inisiatif telah diluncurkan untuk mengubah pola hidup masyarakat Indonesia:

  • Program “Walkable Cities” – Pemerintah daerah mengembangkan jaringan trotoar berkelanjutan, memperbaiki pencahayaan, dan menambah taman kota yang ramah pejalan kaki.
  • Kampanye “10.000 Langkah Sehari” – Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan perusahaan teknologi meluncurkan aplikasi pelacak langkah gratis untuk warga.
  • Pengembangan Transportasi Publik – Peningkatan layanan bus rapid transit (BRT) dan kereta ringan (LRT) diharapkan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Meski langkah-langkah ini masih dalam tahap awal, perubahan perilaku dapat tercapai bila didukung oleh kebijakan yang konsisten serta partisipasi aktif masyarakat.

Kesimpulannya, Indonesia berada di posisi paling rendah dalam hal aktivitas berjalan kaki di antara negara-negara termalas dunia. Penyebabnya meliputi urbanisasi, infrastruktur yang belum memadai, budaya penggunaan kendaraan, serta iklim tropis. Dampak kesehatan yang signifikan menuntut tindakan cepat dari pemerintah, sektor swasta, dan individu untuk mengadopsi gaya hidup lebih aktif. Dengan memperbaiki infrastruktur, meningkatkan edukasi, dan memanfaatkan teknologi, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan angka langkah harian dan menurunkan beban penyakit tidak menular di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *