Keuangan.id – 03 April 2026 | Jakarta, 2 April 2026 – Perseteruan rumah tangga antara Salmafina Sunan dan Taqy Malik kembali menjadi sorotan publik setelah terungkap mengapa isu legging yang sempat memanas tidak pernah dibawa ke ruang sidang perceraian. Penjelasan eksklusif diberikan oleh ayah Salmafina, Sunan Kalijaga, yang mengungkapkan keputusan strategis yang diambil demi mempercepat proses perceraian dan melindungi privasi keluarga.
Permintaan Langsung dari Salmafina
Menurut Sunan Kalijaga, putrinya secara tegas meminta agar masalah penggunaan legging tidak dijadikan bahan perdebatan di pengadilan. “Salma minta saya, ‘Jangan ramai-ramai ya. Aku ingin cepat selesai, semua putus,'” ujar Sunan dalam sebuah wawancara yang tayang di YouTube pada Kamis, 2 April 2026. Permintaan ini mencerminkan keinginan Salmafina untuk menutup bab konflik tanpa memperpanjang drama di ruang publik.
Strategi Menghindari Polemik Lebih Lanjut
Keputusan menolak memasukkan isu legging ke dalam gugatan perceraian didasarkan pada dua pertimbangan utama. Pertama, menghindari eksposur media yang dapat memperburuk citra pribadi dan keluarga. Kedua, mengurangi beban emosional yang dapat memperlambat proses hukum. Sunan menegaskan, “Saya tidak mau membuka luka lama, tapi demi klarifikasi saya harus berbicara,” menegaskan bahwa penolakan tersebut bukan berarti mengabaikan masalah, melainkan mengutamakan penyelesaian cepat.
Latar Belakang Kontroversi Legging
Isu legging bermula ketika Salmafina mengaku diceraikan oleh Taqy Malik karena ia memakai legging saat berlibur bersama keluarga di Swiss. Klaim tersebut memicu perdebatan tentang norma berpakaian, kebebasan pribadi, dan peran gender dalam rumah tangga Indonesia. Namun, meski menjadi viral di media sosial, pihak pengadilan tidak pernah menerima bukti atau gugatan terkait penggunaan pakaian sebagai dasar perceraian.
Reaksi Publik dan Media
Setelah pernyataan Sunan, netizen membagi pendapat. Sebagian mengapresiasi keputusan Salmafina yang mengedepankan privasi, sementara yang lain menilai bahwa mengesampingkan isu tersebut dapat menutup peluang diskusi tentang hak berpakaian dalam konteks keluarga. Analis hukum menilai bahwa pengadilan di Indonesia memang tidak mengakomodasi masalah pakaian sebagai dasar perceraian, sehingga keputusan Sunan selaras dengan kerangka hukum yang ada.
Implikasi bagi Kasus Perceraian Lainnya
Kasus Salmafina memberi pelajaran penting bagi pasangan yang tengah menghadapi perceraian. Menyaring isu-isu yang bersifat pribadi dan tidak relevan secara hukum dapat mempercepat proses, mengurangi biaya, serta meminimalisir dampak psikologis pada semua pihak. Selain itu, klarifikasi publik seperti yang diberikan Sunan dapat membantu meredam rumor dan hoaks yang sering menyertai kasus selebriti.
Secara keseluruhan, keputusan untuk tidak membawa masalah legging ke ruang sidang mencerminkan strategi penyelesaian konflik yang berfokus pada kecepatan, privasi, dan kepatuhan pada ketentuan hukum. Meskipun publik tetap penasaran dengan dinamika pribadi Salmafina dan Taqy, fakta bahwa proses perceraian dapat berakhir tanpa melibatkan detail pribadi menjadi catatan penting bagi dunia hukum keluarga di Indonesia.
Dengan menutup bab ini secara tenang, Salmafina dan Taqy mengirimkan sinyal bahwa perceraian, meski penuh emosi, dapat diselesaikan secara profesional tanpa mengorbankan martabat pribadi. Kejadian ini juga mengingatkan masyarakat bahwa tidak semua konflik harus dihadirkan di panggung publik, terutama ketika solusi yang lebih cepat dan damai tersedia.











