Keuangan.id – 11 Mei 2026 | Perang dagang AS-China kembali memanas usai Trump perluas tarif dan sanksi, memicu ancaman pada industri EV dan rantai pasok global. Hal ini dapat berdampak pada harga dan ketersediaan mobil listrik di pasar.
Trump telah menetapkan tarif tambahan sebesar 25% pada barang-barang yang diimpor dari China, termasuk komponen mobil listrik. Sanksi ini dapat memicu kenaikan harga komponen dan mengancam ketersediaan mobil listrik di pasar.
Rantai pasok EV terancam karena ketergantungan pada komponen China. Banyak produsen EV di AS dan Eropa bergantung pada komponen yang diimpor dari China, seperti baterai dan motor.
Kenaikan tarif dan sanksi dapat memicu kenaikan harga komponen dan mengancam ketersediaan mobil listrik di pasar. Hal ini dapat berdampak pada penjualan mobil listrik dan mengancam industri EV.
Industri EV harus waspada terhadap ancaman ini dan berusaha untuk meningkatkan ketersediaan komponen domestik. Meningkatkan ketersediaan komponen domestik dapat membantu mengurangi ketergantungan pada komponen China dan mengurangi dampak dari kenaikan tarif dan sanksi.
