Keuangan.id – 02 Mei 2026 | Investor asing mencatat penarikan bersih sebesar Rp33,83 triliun dari Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang kuartal I 2026. Aliran keluar dana ini memberi tekanan signifikan pada indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang sempat turun menembus zona psikologis 7.000 poin.
Latar Belakang Penarikan Dana Asing
Berbagai faktor melatarbelakangi arus keluar modal asing, antara lain:
- Kekhawatiran atas kebijakan moneter global yang ketat.
- Penurunan harga komoditas utama Indonesia.
- Peningkatan risiko geopolitik di kawasan Asia‑Pasifik.
Dampak Terhadap IHSG
Penurunan IHSG mencerminkan sentimen negatif pasar. Pada akhir Maret 2026, indeks menutup di sekitar 7.025 poin, menurun sekitar 1,2 % dibandingkan akhir Desember 2025.
| Periode | Net Outflow (Rp triliun) | IHSG (poin) |
|---|---|---|
| Q4 2025 | ‑15,4 | 7.115 |
| Q1 2026 | ‑33,8 | 7.025 |
Proyeksi dan Langkah Penanggulangan
Analisis pasar memperkirakan bahwa jika arus keluar terus berlanjut, IHSG dapat turun lebih jauh, menguji level 6.800 poin. Pemerintah dan otoritas pasar diharapkan memperkuat kebijakan stabilisasi, termasuk memperluas akses likuiditas dan meningkatkan transparansi regulasi.
Secara keseluruhan, Tarik Dana Asing yang signifikan ini menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar untuk meninjau kembali strategi investasi mereka di tengah ketidakpastian ekonomi global.











