Keuangan.id – 18 Mei 2026 | Taiwan kembali menjadi sorotan internasional setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan pulau tersebut. Dalam kunjungannya ke China, Trump menyatakan bahwa penjualan senjata ke Taiwan dapat dijadikan sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi dengan China.
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, langsung menanggapi pernyataan Trump dengan menegaskan bahwa Taiwan tidak akan pernah dijual atau dijadikan komoditas perdagangan politik. Lai juga mendesak Amerika Serikat untuk terus melanjutkan penjualan senjata ke Taiwan demi menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan.
Taiwan dan China: Sejarah Konflik
China dan Taiwan memiliki sejarah konflik yang panjang, dengan China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Namun, Taiwan telah memerintah diri sendiri sejak 1949 dan memiliki pemerintahan, militer, dan sistem hukum yang independen.
Baru-baru ini, Taiwan menyetujui rancangan undang-undang pengeluaran pertahanan sebesar 25 miliar dolar AS untuk membeli senjata buatan AS. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Taiwan di tengah ketegangan dengan China.
Reaksi Internasional
Reaksi internasional atas pernyataan Trump dan ketegangan antara Taiwan dan China bervariasi. Beberapa negara, termasuk Kanada, telah menunjukkan dukungan kepada Taiwan dengan mengirimkan utusan ke pulau tersebut.
Anggota Parlemen Kanada, Michael Chong, baru-baru ini mengunjungi Taiwan untuk bertemu dengan Presiden Lai Ching-te, langkah yang dianggap sebagai bentuk dukungan kepada Taiwan. Chong menyatakan bahwa kunjungannya bertujuan untuk menunjukkan bahwa Taiwan memiliki hak untuk memerintah diri sendiri dan membuat keputusan tentang masa depannya.
Ketegangan antara Taiwan dan China diperburuk oleh pernyataan Trump, namun Taiwan tetap teguh dalam mempertahankan kemerdekaannya. Dukungan internasional kepada Taiwan sangat penting dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan.
Dalam beberapa hari terakhir, Taiwan terus mengalami tekanan dari China, namun pulau tersebut tetap berkomitmen untuk mempertahankan kemerdekaannya. Dengan dukungan internasional, Taiwan yakin dapat menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan.











