Keuangan.id – 09 April 2026 | Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat kinerja luar biasa pada kuartal pertama 2026, terutama berkat peningkatan signifikan pada produk Tabungan Haji. Produk ini mencatat pertumbuhan sebesar 10,98% dan mencapai saldo Rp 15,47 triliun per akhir Februari 2026. Lonjakan ini menjadi faktor kunci yang mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI menembus batas Rp 366 triliun, mencatat rekor tertinggi dalam sejarah bank.
Faktor Pendorong Pertumbuhan Tabungan Haji
- Kepercayaan Nasabah: Jutaan umat Muslim memilih Tabungan Haji BSI sebagai sarana menabung aman dan berlandaskan prinsip syariah.
- Produk Inovatif: Penawaran paket tabungan dengan bonus tambahan, fleksibilitas penarikan, dan kemudahan akses digital menarik generasi milenial.
- Kampanye Edukasi: Program edukasi keuangan haji yang intensif meningkatkan kesadaran akan pentingnya menabung jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan ibadah.
Impact terhadap DPK BSI
Dengan tambahan Rp 15,47 triliun dari Tabungan Haji, total DPK BSI melaju ke Rp 366 triliun, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan DPK memberikan likuiditas lebih besar bagi bank untuk memperluas pembiayaan produktif, terutama dalam sektor perumahan, UMKM, dan pembiayaan mikro.
| Komponen | Saldo (Rp Triliun) | Perubahan YoY |
|---|---|---|
| Tabungan Haji | 15,47 | +10,98% |
| Deposito Berjangka | 120,30 | +7,45% |
| Tabungan Umum | 230,23 | +5,12% |
| Total DPK | 366,00 | +8,67% |
Data di atas menunjukkan bahwa Tabungan Haji menyumbang lebih dari 4% dari total DPK, sebuah proporsi yang cukup signifikan mengingat produk tersebut memiliki jangka waktu menabung yang relatif panjang.
Strategi BSI ke Depan
Manajemen BSI menegaskan komitmen untuk terus memperkuat jaringan distribusi Tabungan Haji melalui digital banking, agen BPR Syariah, serta kerjasama dengan lembaga zakat dan wakaf. Selain itu, bank berencana meluncurkan produk haji berbasis investasi syariah yang memungkinkan nasabah memperoleh imbal hasil tambahan sambil tetap menjaga prinsip kepatuhan syariah.
Dengan fondasi yang kuat pada Tabungan Haji, BSI diharapkan dapat meningkatkan kontribusi terhadap inklusi keuangan umat serta memperluas basis dana yang dapat dialokasikan untuk pembiayaan produktif, mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.











