Keuangan.id – 12 Maret 2026 | Biaya pendidikan di Indonesia terus melambung, dengan rata-rata kenaikan sekitar 6,03% per tahun sementara kenaikan gaji hanya 3%. Kondisi ini menuntut orang tua untuk mulai merencanakan dana pendidikan sejak anak masih dalam kandungan atau baru lahir. Memanfaatkan momen pendapatan tambahan seperti Tunjangan Hari Raya (THR) dan bonus tahunan, serta memanfaatkan program beasiswa nasional, menjadi strategi utama untuk menahan tekanan inflasi.
Mengapa Perencanaan Pendidikan Sejak Dini Penting
Certified Financial Planner Annisa Steviani menegaskan bahwa banyak orang tua baru berpikir tentang dana pendidikan saat anak sudah masuk sekolah, padahal perencanaan ideal harus dimulai jauh lebih awal. “Semakin cepat dimulai, semakin ringan langkahnya,” ujarnya dalam diskusi daring pada 10 Maret 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan komponen pendidikan menjadi salah satu penyumbang inflasi tahunan, khususnya pada awal tahun ajaran baru. Tanpa persiapan matang, keluarga berisiko tertekan secara finansial ketika biaya kuliah swasta di kota besar dapat mencapai ratusan juta rupiah.
Langkah Praktis Menghitung Estimasi Biaya Pendidikan
Berikut contoh perhitungan sederhana untuk memperkirakan total kebutuhan dana pendidikan hingga perguruan tinggi, dengan asumsi inflasi biaya pendidikan 6% per tahun.
| Jenjang | Biaya Tahunan 2026 (Rp) | Proyeksi Biaya 2030 (Rp) |
|---|---|---|
| Taman Kanak‑Kanak | 8.000.000 | 10.082.000 |
| SD | 12.000.000 | 15.123.000 |
| SMP | 15.000.000 | 18.903.000 |
| SMA | 20.000.000 | 25.204.000 |
| Perguruan Tinggi (Swasta) | 60.000.000 | 75.612.000 |
Langkah selanjutnya:
- Lakukan survei biaya pendidikan di sekolah atau universitas pilihan.
- Buat skenario alternatif bila anak tidak diterima di institusi utama.
- Hitung total kebutuhan dengan memperhitungkan inflasi tahunan (misalnya 6%).
- Sesuaikan target tabungan bulanan berdasarkan pendapatan keluarga.
Manfaat THR dan Bonus Tahunan dalam Strategi Tabungan
Menurut Allianz Indonesia, THR dan bonus tahunan dapat menjadi pintu masuk awal bagi alokasi dana pendidikan. Head of Corporate Communications Wahyuni Murtiani menyatakan bahwa selain menabung, perlindungan asuransi harus menjadi bagian tak terpisahkan dari rencana jangka panjang. Dengan menempatkan sebagian THR ke rekening tabungan pendidikan atau produk investasi berjangka, keluarga dapat memanfaatkan efek bunga majemuk dan sekaligus melindungi diri dari risiko kesehatan atau kematian yang dapat mengganggu aliran dana.
Program KIP Kuliah 2026 sebagai Pelengkap
Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026 memberikan bantuan biaya pendidikan dan uang saku bulanan hingga Rp 1,4 juta bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini langsung ditransfer ke rekening mahasiswa, sehingga dapat menutup sebagian kebutuhan hidup dan biaya kuliah. Pendaftaran dapat dilakukan melalui portal resmi kip‑kuliah.kemdiktisaintek.go.id paling lambat 31 Desember 2026. Bagi orang tua yang telah menyiapkan dana pendidikan, KIP Kuliah menjadi dukungan tambahan yang signifikan, terutama bagi mereka yang menghadapi kenaikan biaya pendidikan yang tinggi.
Dengan menggabungkan strategi alokasi THR, investasi berjangka, perlindungan asuransi, serta memanfaatkan program beasiswa nasional seperti KIP Kuliah, keluarga dapat membangun pondasi keuangan yang kuat untuk pendidikan anak hingga tahun 2035. Perencanaan yang matang, pemantauan rutin, dan penyesuaian terhadap inflasi akan memastikan bahwa impian pendidikan tinggi tetap dapat dicapai tanpa mengorbankan stabilitas keuangan keluarga.











