Strategi Cerdas Gideon Badminton Academy: Atlet Puasa Tetap Tangguh dengan Jadwal Latihan Unik

Strategi Cerdas Gideon Badminton Academy: Atlet Puasa Tetap Tangguh dengan Jadwal Latihan Unik
Strategi Cerdas Gideon Badminton Academy: Atlet Puasa Tetap Tangguh dengan Jadwal Latihan Unik

Keuangan.id – 12 Maret 2026 | Gideon Badminton Academy, pusat pelatihan unggulan di Jakarta, menerapkan program latihan khusus bagi atlet yang berpuasa selama bulan Ramadan. Kebijakan ini menjadi sorotan media setelah sejumlah pemain menilai perubahan jadwal dan intensitas latihan dapat mempertahankan performa sekaligus menghormati ibadah puasa.

Latihan Khusus Selama Ramadan

Menurut keterangan pelatih kepala, Coach Andriansyah, sesi latihan diubah menjadi dua fase utama: sesi pagi singkat sebelum sahur dan sesi sore setelah berbuka puasa. Pada fase pagi, fokus diberikan pada teknik dasar, footwork ringan, dan visualisasi taktik. Sesi sore, yang dimulai sekitar pukul 19.00, menitikberatkan pada drill intensitas menengah, sparring terbatas, serta pendinginan yang lebih lama.

“Kami menyesuaikan beban latihan agar tidak membebani tubuh yang sedang berpuasa, namun tetap menjaga kualitas gerakan,” ujar Andriansyah dalam wawancara eksklusif.

Pendekatan Nutrisi dan Pemulihan

Tim gizi Gideon Badminton Academy, dipimpin oleh ahli gizi sportik, Dr. Siti Nurhaliza, menyusun menu berbuka dan sahur yang kaya akan karbohidrat kompleks, protein berkualitas, serta elektrolit penting. Menu sahur mencakup oatmeal dengan kacang, telur rebus, dan buah-buahan, sementara berbuka menyajikan kurma, sup ayam, nasi merah, serta sayuran hijau.

  • Karbohidrat kompleks untuk energi berkelanjutan.
  • Protein tinggi untuk mempercepat pemulihan otot.
  • Elektrolit (natrium, kalium) untuk mengatasi dehidrasi.

Selain itu, atlet diwajibkan mengonsumsi suplemen multivitamin dan minum air putih minimal 2,5 liter per hari, kecuali saat berpuasa.

Reaksi Atlet dan Pelatih

Sejumlah atlet mengungkapkan rasa puas terhadap kebijakan ini. “Saya merasa lebih segar saat latihan sore, karena tubuh sudah mendapatkan asupan energi,” kata Rafiq Mahendra, pemain tunggal putra yang sedang menyiapkan diri untuk turnamen nasional.

Namun, tidak semua merasa mudah. Beberapa atlet junior mengakui tantangan menjaga konsentrasi saat latihan pagi. “Kita harus lebih disiplin dalam mengatur waktu tidur,” tambah Siti Aisyah, pemain ganda putri berusia 16 tahun.

Pelatih lain, Coach Yudi, menambahkan bahwa fleksibilitas jadwal memungkinkan tim mengoptimalkan pemulihan. “Jika ada atlet yang merasa kelelahan, kami dapat menurunkan intensitas atau menambah hari istirahat,” jelasnya.

Dampak pada Performa Kompetisi

Data internal Academy menunjukkan bahwa selama tiga bulan Ramadan, rata-rata kecepatan footwork atlet tidak mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode sebelum Ramadan. Selain itu, persentase kemenangan dalam turnamen internal meningkat 5% dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan adaptasi program latihan berhasil.

Pengamatan ini sejalan dengan studi internasional yang menyatakan bahwa penyesuaian jadwal latihan serta nutrisi yang tepat dapat meminimalkan penurunan performa atlet selama puasa.

Dengan pendekatan yang terukur, Gideon Badminton Academy berkomitmen melanjutkan program serupa pada tahun-tahun mendatang, serta berbagi best practice kepada akademi lain di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *