Berita  

Skandal Pencurian Kabel USB di Magelang dan Ancaman Utang di Temanggung, OC Kaligis Turun Tangan

Skandal Pencurian Kabel USB di Magelang dan Ancaman Utang di Temanggung, OC Kaligis Turun Tangan
Skandal Pencurian Kabel USB di Magelang dan Ancaman Utang di Temanggung, OC Kaligis Turun Tangan

Keuangan.id – 25 April 2026 | Magelang – Sebuah video beredar luas di media sosial menampilkan seorang perempuan berkaus merah manggis dan sarung tangan putih yang diduga mencuri kabel universal serial bus (USB) senilai Rp25.000 dari warung pulsa di Jalan Jenderal Sudirman, Magelang, pada Minggu, 19 April 2026. Rekaman CCTV memperlihatkan perempuan tersebut bersama seorang anak kecil berkeliling rak, lalu memasukkan kabel ke dalam kantong pakaian anak itu. Meskipun anak sempat mengeluarkan kembali kabel ke etalase, pelaku kembali menyembunyikannya.

Petugas warung, yang bernama Surmiyati, mengaku mencurigai perilaku si perempuan yang mondar‑mandir. Ia melaporkan kejadian tersebut kepada Kompas.com pada Jumat, 24 April 2026, sekaligus mengunggah rekaman CCTV ke Instagram. Menariknya, pelaku tetap melakukan pembelian di toko itu, termasuk voucher internet, es krim, dan camilan, sebelum akhirnya meninggalkan tempat. Pemilik warung belum melaporkan ke kepolisian, melainkan menunggu pelaku mengembalikan atau membayar kabel yang hilang.

Kasus Utang Mengancam Keluarga di Temanggung

Di sisi lain, di desa Gandulan, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, keluarga Sawardi (66) menemukan tulisan provokatif di pintu rumah mereka: “Wes oleh bantuan yo utange di pikir yu!!!”. Tulisan tersebut menargetkan ibu rumah tangga, Prihati (43), yang dianggap belum melunasi utang meski telah menerima bantuan. Prihati, yang bekerja sebagai buruh serabutan di industri briket rumahan bersama suami dan cucunya, mengaku memiliki utang kepada 21 orang. Ia menjelaskan bahwa ancaman serupa muncul hampir setiap hari, mulai Senin hingga Sabtu.

Azril Putra Priyono, cucu yang viral di media sosial karena video yang menampilkan wajahnya berwarna hitam akibat bahan arang, menjadi sorotan publik. Meskipun demikian, keluarga tetap tenang menghadapi tulisan intimidasi tersebut. “Sudah biasa. Saya ada utang ke 21 orang. Dari Senin sampai Sabtu ada yang menagih,” ujar Prihati.

Peran OC Kaligis dalam Mengusut Kasus

Nama OC Kaligis kembali mencuat setelah ia melaporkan mantan Bupati Klaten, Sri Mulyani, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi di Plaza Klaten. Kaligis, yang dikenal aktif mengawasi penegakan hukum, juga menyoroti dua peristiwa di atas sebagai contoh pelanggaran etika dan keadilan di tingkat lokal. Ia menekankan pentingnya prosedur resmi, termasuk pelaporan ke kepolisian, serta perlunya perlindungan bagi korban yang seringkali dipaksa menanggung beban moral dan finansial.

“Kejadian pencurian di warung pulsa dan ancaman utang di Temanggung menunjukkan betapa lemahnya sistem perlindungan konsumen dan warga,” ujar OC Kaligis dalam sebuah pernyataan resmi. “Kami mengharapkan aparat terkait untuk bertindak cepat, melakukan penyelidikan menyeluruh, dan menegakkan sanksi yang setimpal.”

Kaligis menambahkan bahwa publik harus diberi ruang untuk melaporkan kejahatan tanpa rasa takut akan balasan. Ia juga menyerukan peningkatan edukasi tentang hak konsumen serta mekanisme penagihan utang yang etis, agar praktik intimidasi seperti tulisan di pintu rumah tidak lagi terjadi.

Kasus pencurian kabel USB di Magelang dan ancaman utang di Temanggung mencerminkan tantangan keamanan dan keadilan yang dihadapi masyarakat Jawa Tengah. Dengan sorotan OC Kaligis, diharapkan ada tekanan lebih besar pada otoritas lokal untuk menindaklanjuti kedua peristiwa secara transparan dan adil.

Ke depan, penduduk diharapkan dapat melaporkan kejadian serupa melalui jalur resmi, sementara pihak berwenang diharapkan meningkatkan koordinasi antar‑instansi untuk memastikan tidak ada pelanggaran yang terlewatkan. Penegakan hukum yang tegas akan menjadi kunci untuk mengembalikan rasa aman dan kepercayaan publik di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *