Keuangan.id – 16 Maret 2026 | Jannik Sinner, petenis muda Italia berusia 24 tahun, menambah koleksi gelar pentingnya dengan mengalahkan Daniil Medvedev dalam final tunggal putra BNP Paribas Open 2026 yang digelar di padang pasir California. Kemenangan 7-6(5), 7-6(4) ini menandai Sinner berhasil menyelesaikan turnamen tanpa kehilangan satu set pun, sekaligus melengkapi daftarnya dengan titel Masters 1000 ketiga di permukaan keras.
Pertarungan Memukau di Putaran Final
Final menampilkan duel antara pemain berperingkat dua, Jannik Sinner, melawan pemain berperingkat sebelas, Daniil Medvedev. Kedua pemain mengandalkan servis kuat dan permainan baseline yang presisi. Set pertama berakhir dengan tie‑break yang sengit; Sinner menyalip Medvedev 7‑5 setelah menahan tekanan empat poin di belakang pada tie‑break kedua. Pada set kedua, Medvedev sempat memimpin 4‑2, namun Sinner kembali menyeimbangkan skor dan memaksa tie‑break kedua, di mana ia menutup pertandingan dengan 7‑4.
Kemenangan ini menjadi gelar Masters 1000 ke‑3 Sinner di karier, setelah meraih titel di Monte Carlo 2023 dan Madrid 2024. Dengan gelar ini, Sinner menyempurnakan koleksi gelar di empat turnamen Masters 1000 pada satu permukaan keras, menegaskan dominasinya di musim ini.
Drama Semifinal: Medvedev Mengalahkan Alcaraz
Jalan Medvedev menuju final tidak kalah dramatis. Pada semifinal, ia menumbangkan bintang dunia Carlos Alcaraz, pemuncak peringkat satu dunia, dengan skor 6‑3, 7‑6(3). Kemenangan ini menjadi kerugian pertama Alcaraz pada tahun 2026, menghentikan rekor 16 kemenangan beruntun yang mencakup gelar Australian Open dan Qatar Open. Kemenangan tersebut juga menandai pertemuan pertama Medvedev mengalahkan Alcaraz sejak semifinal US Open 2023.
Di sisi lain, Sinner menaklukkan Alexander Zverev 6‑2, 6‑4 dalam semifinal lainnya, mencatat enam ace dan mengendalikan tempo pertandingan hanya dalam 1 jam 23 menit. Kemenangan Zverev menambah catatan head‑to‑head antara keduanya menjadi 7‑4 mendukung dominasi Sinner di turnamen ini.
Sabalenka Meraih Gelar Wanita
Di lintas lapangan, Aryna Sabalenka, peringkat satu dunia wanita, berhasil menangkan gelar wanita Indian Wells 2026 setelah mengalahkan Elena Rybakina dalam pertempuran tiga set yang menegangkan. Rybakina membuka set pertama dengan 6‑3, namun Sabalenka bangkit kembali, menyeimbangkan skor dengan 6‑3 pada set kedua. Set ketiga berlanjut ke tie‑break, di mana Sabalenka mengumpulkan 14 poin untuk mengamankan kemenangan 7‑6(14). Ini menjadi gelar pertama Sabalenka di Indian Wells setelah kegagalan di final 2023 dan 2025, sekaligus menambah 20 gelar turnamen keras di WTA Tour.
Kemenangan ini menegaskan kesiapan Sabalenka menjelang Miami Open, di mana ia menjadi juara bertahan.
Kontroversi Hadiah Uang Tahun Ini
Turnamen 2026 menghadapi pemotongan hadiah total sebesar $50.000 dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terkait dengan restrukturisasi sponsor dan penyesuaian biaya operasional. Meskipun demikian, hadiah pemenang tunggal pria tetap berada di kisaran $2,1 juta, sementara pemenang tunggal wanita menerima sekitar $1,9 juta, menandakan upaya menjaga kesetaraan gender meski dalam kondisi keuangan yang lebih ketat.
Prediksi dan Dampak pada Peringkat
Kemenangan Sinner mengangkatnya ke peringkat tiga dunia, menutup jarak dengan Alcaraz dan Novak Djokovic. Sementara itu, Medvedev tetap berada di peringkat lima, menambah poin penting untuk mempertahankan posisi dalam papan atas ATP. Di sisi WTA, Sabalenka mempertahankan peringkat satu, sementara Rybakina tetap berada di peringkat tiga setelah penampilan kuat meski kalah.
Turnamen Indian Wells 2026 tidak hanya memberikan aksi tenis kelas dunia, tetapi juga menegaskan pergeseran kekuatan dalam tenis profesional. Kedua final menampilkan generasi baru yang siap menantang dominasi pemain senior, sementara isu finansial mengingatkan penyelenggara akan pentingnya keseimbangan antara komersial dan sportivitas.











