Keuangan.id – 13 Maret 2026 | Menjelang akhir Ramadan 1447 H, umat Islam di seluruh Indonesia kembali menantikan pengumuman resmi mengenai tanggal Idul Fitri 2026. Sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama menjadi titik tolak utama penetapan 1 Syawal, sekaligus menentukan berapa hari lagi masyarakat dapat mempersiapkan Hari Raya. Berikut rangkaian informasi lengkap tentang jadwal sidang, prediksi tanggal Lebaran, serta perbedaan penetapan antara pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU).
Jadwal Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1447 H
Menurut data resmi yang dipublikasikan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, sidang isbat akan dilaksanakan pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 16.00 WIB di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Sidang ini bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H, sehingga sekaligus menjadi momen penting untuk menentukan apakah Ramadan berakhir setelah 29 hari atau digenapkan menjadi 30 hari.
Proses Penetapan 1 Syawal
Sidang isbat melibatkan beberapa tahapan dan pihak terkait:
- Seminar posisi hilal – para ahli astronomi, termasuk perwakilan BMKG, memaparkan hasil perhitungan posisi bulan sabit muda.
- Verifikasi laporan rukyatul hilal – tim pengamat di berbagai daerah mengirimkan data pengamatan hilal yang telah diverifikasi secara ilmiah.
- Sidang tertutup – kementerian bersama ulama, peneliti BRIN, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam membahas temuan tersebut.
- Pengumuman resmi – Menteri Agama akan menyampaikan keputusan akhir sekitar pukul 19.00 WIB setelah semua bahan dipertimbangkan.
Keberadaan berbagai pihak – pakar astronomi, peneliti BRIN, observatorium, serta wakil organisasi Islam – menjamin keputusan bersifat objektif dan transparan.
Prediksi Tanggal Idul Fitri 2026
Berbagai pihak telah mengemukakan perkiraan tanggal 1 Syawal 1447 H sebelum keputusan sidang resmi:
- Pemerintah (Kemenag): Kalender Hijriah Indonesia 2026 memperkirakan Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
- Muhammadiyah: Melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 02/MLM/I.0/E/2025, 1 Syawal ditetapkan pada Jumat, 20 Maret 2026, satu hari lebih awal dibandingkan prediksi pemerintah.
- NU (Nahdlatul Ulama): Almanak NU juga memprediksi tanggal yang sama dengan pemerintah, yaitu Sabtu, 21 Maret 2026, namun keputusan akhir tetap menunggu hasil rukyatul hilal.
Peneliti dari BRIN, Thomas Djamaluddin, menambahkan prediksi astronomi yang mendukung tanggal 21 Maret 2026, berdasarkan posisi hilal pada akhir Ramadan.
Hitung Mundur Lebaran 2026
Jika menghitung dari hari ini, Jumat, 13 Maret 2026, maka:
- Menurut prediksi pemerintah dan NU, tersisa sekitar 8 hari hingga Lebaran.
- Menurut penetapan Muhammadiyah, tersisa 7 hari.
Hitung mundur ini membantu masyarakat menyiapkan kebutuhan sahur, takjil, serta urusan mudik.
Perbedaan Metode Penentuan
Pemerintah menggabungkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan langsung) dalam proses sidang. Sementara Muhammadiyah mengandalkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang bersifat hisab murni, sehingga menghasilkan tanggal yang lebih cepat. NU biasanya menunggu hasil rukyatul hilal di lapangan, sehingga prediksinya serupa dengan pemerintah.
Perbedaan metodologi inilah yang kerap menimbulkan pertanyaan publik mengenai apakah Lebaran akan dirayakan pada 20 atau 21 Maret. Namun, keputusan final tetap akan diumumkan setelah sidang isbat pada 19 Maret 2026.
Dengan jadwal sidang yang telah pasti, masyarakat dapat menanti pengumuman resmi dan menyesuaikan rencana libur, cuti bersama, serta persiapan keagamaan. Semoga informasi ini membantu detikers dalam menyusun agenda Lebaran 2026.
