Keuangan.id – 10 Maret 2026 | Seth Curry kembali ke lapangan setelah absen tiga bulan karena sciatica, menandai debutnya dalam pertandingan melawan Utah Jazz pada 9 Maret 2026. Penampilan singkat namun efektif, dengan 13 poin dalam 12 menit, memberi harapan baru bagi Golden State Warriors yang sedang berjuang menyeimbangkan roster di tengah serangkaian cedera.
Latar Belakang Cedera dan Kembalinya Seth Curry
Setelah menandatangani kontrak dengan Warriors pada Desember 2025, Seth Curry hanya sempat bermain dua kali sebelum harus mengakhiri musimnya pada 4 Desember karena sciatica yang menghambat gerakan. Selama 40 pertandingan yang terlewat, ia hanya dapat berlatih tembakan dalam sesi pra-pertandingan, namun tidak masuk ke dalam pertandingan resmi. Pada minggu terakhir sebelum perjalanan ke Utah, Curry terdaftar sebagai “questionable” di Oklahoma City, namun pelatih Steve Kerr memilih untuk tidak menambah absennya. Pada akhirnya, pada 9 Maret, Kerr mengumumkan bahwa Curry telah dinyatakan siap dan akan masuk ke dalam rotasi melawan Jazz.
Penampilan Pertama di Utah: Statistik dan Dampak
Sesaat setelah masuk dari bangku cadangan, Curry langsung mengambil posisi di sudut lapangan, menembak tiga angka dan mengonversinya pada percobaan pertamanya. Selama periode 12 menit pertama, ia mencetak total 13 poin, terdiri dari dua tembakan tiga angka, tiga tembakan bebas, dan dua serangan ke dalam cat. Angka tembakan tiga poinnya, 45,7% musim lalu, kembali menunjukkan akurasi tinggi meski dalam waktu singkat. Selain mencetak poin, Curry membantu membuka ruang bagi rekan-rekannya dengan pergerakan yang cerdas, meski Warriors pada akhirnya kalah 119-116.
Implikasi bagi Warriors: Rotasi, Tembakan 3 Angka, dan Persaingan di Garis Belakang
Kehadiran Curry menambah kedalaman pada posisi guard, sebuah kebutuhan mendesak mengingat Steph Curry masih absen karena “runner’s knee”. Dengan rata-rata tembakan tiga angka liga mencapai 45,3 percobaan per pertandingan, Warriors memerlukan penembak andal untuk menjaga efisiensi tembakan. Curry, dengan rata‑rata akurasi karier 43,2% (peringkat ketujuh tertinggi dalam sejarah NBA), dapat menjadi katalisator bagi tim untuk meningkatkan persentase tembakan luar area. Namun, menit bermainnya tidak dijamin, mengingat persaingan dengan pemain seperti Brandin Podziemski, LJ Cryer, dan De’Anthony Melton yang juga menunjukkan performa solid.
Tantangan Lain: Cedera Steph, Kondisi Tim, dan Jadwal Kedepan
Masalah cedera tidak berhenti pada Curry. Steph Curry tetap berada di luar lineup, sementara Moses Moody (pergelangan tangan) dan Will Richard (pergelangan pergelangan kaki) juga absen pada pertandingan melawan Jazz. Dua bek besar, Kristaps Porzingis dan Al Horford, telah kembali ke Bay Area lebih awal, meninggalkan Warriors dengan pilihan lini depan yang terbatas. Jadwal selanjutnya menuntut Warriors untuk segera beristirahat dan bersiap menghadapi Chicago Bulls di Chase Center pada hari Selasa. Jika Curry dapat tetap sehat, ia berpotensi menjadi opsi utama dalam strategi tembakan tiga angka, terutama saat tim membutuhkan poin cepat di akhir pertandingan.
Secara keseluruhan, kembalinya Seth Curry memberikan secercah optimisme bagi Warriors yang berada di tengah persaingan ketat untuk masuk playoff. Meskipun hasil akhir melawan Jazz berakhir dengan kekalahan tipis, penampilan Curry menunjukkan bahwa ia siap memberikan kontribusi signifikan bila diberikan menit bermain yang konsisten. Kedepannya, keputusan pelatih Steve Kerr akan sangat menentukan seberapa besar peran Curry dalam upaya Warriors mengembalikan posisi mereka di puncak klasemen.
