Keuangan.id – 28 April 2026 | Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar menjadi saksi bisu kebangkitan kembali Bali United pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026. Laga yang dijadwalkan pada Senin, 27 April 2026, berakhir dengan skor tipis 2-0 atas PSM Makassar. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting, tetapi juga menegaskan ambisi sang Serdadu Tridatu untuk menorehkan tiga kemenangan beruntun.
Statistik Kunci dan Jalannya Pertandingan
Sejak peluit pertama, Bali United menunjukkan dominasi dalam penguasaan bola, mencatat rata‑rata 79% kepemilikan dibandingkan hanya 21% milik PSM Makassar. Tekanan tinggi langsung menghasilkan momen krusial pada menit ke‑4, ketika bek tengah PSM, Yuran Fernandes, mendapat kartu merah setelah pelanggaran keras terhadap pemain Jepang, Teppei Yachida. Keputusan wasit, yang didukung VAR, membuat PSM terpaksa bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari 85 menit.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan secara maksimal. Pada menit ke‑17, Diego Campos mengeksekusi gol pembuka setelah menerima umpan tarik dari Rahmad Arjuna. Gol pertama ini menjadi landasan bagi Bali United untuk menahan tekanan lawan hingga jeda. PSM berusaha bangkit, menciptakan lima tembakan ke arah gawang, namun kiper Mike Hauptmeijer berhasil menepis semua peluang.
Babak kedua tidak kalah intens. Pada menit ke‑78, Irfan Jaya menambah angka di papan skor berkat umpan matang dari Teppei Yachida. Gol kedua ini mengamankan kemenangan 2-0 dan menutup peluang balasan PSM yang masih berjuang dengan satu pemain kurang.
Posisi Klasemen Setelah Kemenangan
| Tim | Poin | Posisi |
|---|---|---|
| Bali United | 45 | 7 |
| PSM Makassar | 31 | 14 |
Dengan hasil ini, Bali United naik satu peringkat menjadi tim peringkat ketujuh, sementara PSM Makassar tetap berada di zona bawah klasemen. Statistik pertandingan menegaskan keunggulan teknis Bali United, terutama dalam hal penguasaan bola dan peluang mencetak gol.
Target Tiga Kemenangan Beruntun
Pelatih Bali United, yang tidak disebutkan namanya dalam laporan, menegaskan bahwa timnya kini mengincar tiga kemenangan berturut‑turut. Setelah menundukkan PSM Makassar, serdadu Tridatu menatap pertandingan berikutnya dengan optimisme tinggi. Jadwal selanjutnya menampilkan lawan yang secara statistik lebih lemah, memberikan peluang besar bagi Bali United untuk memperkuat posisi klasemen dan menutup jarak dengan tim‑tim papan atas.
Strategi yang diterapkan meliputi peningkatan intensitas pressing, perbaikan transisi cepat, dan pemanfaatan pemain sayap seperti Diego Campos yang telah terbukti produktif. Selain itu, pelatih menekankan pentingnya disiplin defensif, mengingat pengalaman pahit kehilangan satu pemain akibat kartu merah di laga ini.
Reaksi Pemain dan Suporter
Setelah pertandingan, Diego Campos mengungkapkan kebahagiaannya atas gol pembuka yang membantu tim mengendalikan tempo. “Saya hanya menunggu umpan yang tepat, dan Rahmad memberi itu pada saat yang tepat,” ujar Campos. Irfan Jaya menambahkan, “Kami tetap fokus hingga akhir, meski lawan sudah berkurang satu pemain, mereka tetap berusaha keras.”
Suporter Bali United, yang dikenal dengan sebutan “Serdadu Tridatu”, menyambut kemenangan dengan sorakan riuh. Mereka menaruh harapan besar pada tim untuk melanjutkan performa positif dan kembali bersaing di puncak klasemen.
Dengan catatan defensif yang kuat (tidak kebobolan), dan serangan yang efisien, Bali United tampak berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target tiga kemenangan beruntun. Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian nyata atas konsistensi tim dalam menghadapi tekanan kompetisi.
Secara keseluruhan, laga Bali United vs PSM Makassar memberikan gambaran jelas tentang perbedaan kualitas antara kedua tim. Kartu merah yang menjebak PSM menjadi faktor penentu, namun tak dapat dipungkiri bahwa Bali United menunjukkan kesiapan taktis dan mental yang lebih unggul.
Jika tren ini berlanjut, serdadu Tridatu tidak hanya akan mengamankan tiga poin tambahan, tetapi juga dapat mengubah dinamika klasemen, menempatkan diri lebih dekat ke zona juara.











