Keuangan.id – 11 Maret 2026 | Senin (9/3/2026) malam WIB, Stadion Maguwoharjo, Sleman menjadi saksi dramatis BRI Super League pekan ke-25 ketika Semen Padang FC menundukkan PSBS Biak dengan skor meyakinkan 2-0. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting bagi sang Kabau Sirah, tetapi juga menandai debut gemilang pelatih baru Imran Nahumarury yang menggantikan Dejan Antonic hanya seminggu sebelumnya.
Statistik dan Jalannya Pertandingan
Sejak peluit pertama, PSBS Biak yang dijuluki Badai Pasifik sempat menguasai penguasaan bola lebih tinggi. Kreativitas Luquinhas di lini tengah menjadi ancaman utama, sementara Kadu bersama lini pertahanan berusaha menahan serangan Semen Padang. Namun, disiplin pertahanan Kabau Sirah yang dipimpin Ravy Tsouka berhasil menahan serangan pertama.
Pada babak pertama, kedua tim saling bertukar serangan tanpa berhasil memecah kebuntuan. Imran Nahumarury, yang menyadari kebutuhan untuk membuka ruang, menyiapkan perubahan taktik di jeda istirahat.
Debut Manis Imran Nahumarury
Masuk babak kedua, pelatih baru tersebut menginstruksikan pemainnya bermain lebih terbuka, mempercepat transisi dari pertahanan ke serangan. Hasilnya, pada menit ke-70, penyerang asal Spanyol Guillermo Fernandez Hierro memanfaatkan kekacauan di kotak penalti PSBS Biak dan mencetak gol pertama melalui tembakan jarak dekat.
Setelah gol pertama, PSBS Biak berusaha mengejar, meningkatkan intensitas serangan lewat Heri Susanto dan Ilham Udin. Namun, pertahanan Semen Padang tetap solid, dipimpin oleh Kadu yang melakukan tekel kunci.
Menjelang akhir pertandingan, pada menit ke-90+5, Fernandez kembali menambah jumlah golnya, menutup pertandingan dengan brace yang menegaskan superioritas serangan balik Semen Padang.
Perubahan Posisi Klasemen
| Tim | Poin | Posisi |
|---|---|---|
| Semen Padang | 20 | 16 |
| PSBS Biak | 18 | 17 |
Dengan tiga poin tambahan, Semen Padang naik dua peringkat menjadi tim ke-16 klasemen sementara, menyamai Madura United (posisi 14) dan Persijap Jepara (posisi 15). Meski masih berada di zona merah, momentum ini sangat berharga menjelang jeda kompetisi Idul Fitri.
Di sisi lain, PSBS Biak terpuruk ke posisi 17, hanya selisih tipis dengan Persis Solo yang berada di dasar klasemen. Kekalahan ini menambah tekanan pada pelatih Marian Mihail untuk mencari perbaikan sebelum sisa pertandingan musim.
Pesan Motivasi Imran Nahumarury
Sebelum laga, Imran menegaskan bahwa sepuluh pertandingan tersisa harus diperlakukan seperti final. “Saya bilang di meeting, ‘10 pertandingan itu saya anggap final.’ Alhamdulillah step by step kita dapat poin,” ujar Nahumarury dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia menambahkan bahwa perubahan taktik di babak kedua terbukti berhasil karena pemain dapat mengeksekusi instruksi dengan cepat.
Prospek Kedepan
Kemenangan ini menjadi laga terakhir Semen Padang sebelum kompetisi memasuki jeda Lebaran. Tim Kabau Sirah dijadwalkan menghadapi pemuncak klasemen, Persib Bandung, pada 5 April 2026. Sementara PSBS Biak akan bertandang ke markas Bali United, berusaha mengumpulkan poin guna menghindari degradasi.
Imran Nahumarury menutup sesi wawancara dengan optimisme, menyatakan bahwa kemenangan atas PSBS Biak menjadi modal mental bagi tim untuk melanjutkan perjuangan di sisa sembilan pertandingan. “Kami sadar perjalanan masih panjang, tapi hasil positif ini menjadi harapan bagi kami,” tutupnya.
Dengan performa counter‑attack yang efektif dan kedisiplinan lini belakang, Semen Padang menunjukkan bahwa perubahan kepelatihan dapat menghasilkan dampak cepat. Sementara PSBS Biak harus segera memperbaiki lini pertahanan agar tidak terjebak dalam zona relegasi di sisa musim.











