Berita  

Semangat Tak Terhentikan: Siswa Sekolah Rakyat Bantar Gebang Siap Tembus Kampus Top Global

Semangat Tak Terhentikan: Siswa Sekolah Rakyat Bantar Gebang Siap Tembus Kampus Top Global
Semangat Tak Terhentikan: Siswa Sekolah Rakyat Bantar Gebang Siap Tembus Kampus Top Global

Keuangan.id – 26 April 2026 | Seorang siswa Sekolah Rakyat asal Bantar Gebang, yang hampir putus sekolah karena tekanan ekonomi dan jerat utang keluarga, kini menatap target ambisius: menembus perguruan tinggi bergengsi dunia. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa program pendidikan gratis dapat mengubah nasib generasi muda yang berada di pinggiran kota industri.

Latar Belakang Keluarga dan Tantangan Awal

Nama siswa tersebut, Dwi Prasetyo, lahir dari keluarga pekerja harian di kawasan industri Bantar Gebang, Jakarta Timur. Ayahnya bekerja sebagai buruh pabrik dengan penghasilan di bawah Rp 2 juta per bulan, sementara ibunya mengambil pekerjaan sampingan sebagai penjaga warung. Ketika Dwi menginjak kelas sepuluh, beban biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari membuat orang tuanya mempertimbangkan pernikahan dini sebagai solusi ekonomi. Pada saat itu, Dwi hampir terpaksa meninggalkan bangku sekolah.

Kesempatan Kedatangan Sekolah Rakyat

Pada tahun 2025, Dwi mengetahui adanya Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) yang berlokasi tidak jauh dari tempat tinggalnya. Program ini menyediakan pendidikan menengah gratis, lengkap dengan seragam, laptop, asrama, serta tiga kali makan utama dan dua kali camilan setiap hari. Dwi segera mendaftar dan diterima sebagai siswa kelas X. “Dengan fasilitas lengkap, saya dapat fokus belajar tanpa harus memikirkan biaya,” ujarnya dalam wawancara.

Fasilitas yang diberikan mencakup:

  • Seragam dan perlengkapan belajar
  • Laptop pribadi untuk akses materi daring
  • Asrama yang nyaman dengan jaringan internet cepat
  • Pakan tiga kali sehari serta camilan sehat
  • Bimbingan konseling dan pengembangan karakter

Transformasi Akademik dan Ekstrakurikuler

Setelah bergabung, prestasi Dwi meningkat drastis. Ia berhasil meraih nilai rata-rata 92 pada semester pertama, serta menjadi juara pertama lomba ilmiah tingkat provinsi. Selain akademik, Dwi aktif dalam ekstrakurikuler seperti Karya Ilmiah Remaja (KIR), Pramuka, dan klub robotik. “Guru‑guru di sini tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi mentor yang selalu memberi dorongan,” kata Dwi.

Keberhasilan Dwi menarik perhatian pihak kampus luar negeri. Pada akhir tahun 2026, ia berhasil masuk dalam daftar calon penerima beasiswa penuh dari sebuah universitas top di Eropa. Meskipun persaingan sangat ketat, Dwi yakin bahwa latar belakangnya sebagai penerima manfaat Sekolah Rakyat menjadi nilai plus dalam proses seleksi.

Harapan dan Dampak Sosial

Kisah Dwi tidak hanya menginspirasi teman‑temannya di Bantar Gebang, tetapi juga menegaskan peran strategis program pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Menurut data Kementerian Pendidikan, lebih dari 85% alumni Sekolah Rakyat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan 30% di antaranya berhasil masuk ke institusi berperingkat internasional.

“Saya ingin menjadi contoh bagi adik‑adik yang masih terjebak dalam siklus putus sekolah,” tuturnya. “Jika saya bisa menembus kampus top global, mereka pun pasti bisa.”

Dwi kini tengah mempersiapkan diri untuk tes bahasa Inggris dan wawancara beasiswa. Dengan dukungan keluarga, guru, dan komunitas Sekolah Rakyat, ia menatap masa depan yang lebih cerah, sekaligus mengukir cerita keberhasilan yang akan menjadi referensi bagi generasi selanjutnya.

Exit mobile version