Selat Hormuz “Bebas”, Indeks Wall Street Cetak Rekor

Selat Hormuz “Bebas”, Indeks Wall Street Cetak Rekor
Selat Hormuz “Bebas”, Indeks Wall Street Cetak Rekor

Keuangan.id – 18 April 2026 | Setelah Selat Hormuz dibuka kembali untuk kapal tanker, pasar global mengalami pergerakan signifikan. Harga minyak mentah turun hampir 11 persen, memicu rally kuat di bursa Amerika Serikat. Indeks Dow Jones naik lebih dari 400 poin, sementara Nasdaq menembus level tertinggi baru, mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.

Penurunan harga minyak dipicu oleh dua faktor utama: (1) berakhirnya ketegangan geopolitik di jalur pelayaran utama dunia, dan (2) ekspektasi peningkatan peluang perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua faktor tersebut mengurangi premi risiko pada komoditas energi.

  • Wall Street: Dow Jones Industrial Average naik 1,3% menutup pada 34.800 poin; S&P 500 menguat 1,2% di atas 4.500 poin; Nasdaq Composite melesat 1,5% menembus 15.200 poin, level tertinggi pertama.
  • Minyak mentah: Harga Brent turun dari US$84 per barrel menjadi sekitar US$75 per barrel, penurunan 11% dalam satu hari.
  • Sentimen pasar: Investor menilai risiko geopolitik berkurang, sehingga beralih ke saham teknologi dan konsumen.

Para analis menilai bahwa pembukaan Selat Hormuz dapat menjadi katalisator bagi stabilitas harga energi jangka menengah, namun tetap mengingat bahwa ketegangan politik di Timur Tengah dapat kembali mempengaruhi pasar bila terjadi insiden baru.

Ke depan, perhatian pasar akan beralih pada data inflasi Amerika Serikat dan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve, yang diperkirakan akan menentukan arah pergerakan indeks saham dalam beberapa minggu mendatang.

Exit mobile version