Keuangan.id – 01 April 2026 | Guadalajara, Meksiko – Pada Rabu pagi (1 April 2026) tim nasional Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) menorehkan babak baru dalam sejarah sepak bola Afrika dengan mengamankan tiket ke Piala Dunia FIFA 2026. Kemenangan 1–0 atas Jamaika pada final play-off interkonfederasi, yang berakhir lewat gol tunggal Axel Tuanzebe pada menit ke–100, menjadikan RD Kongo debutan pertama di turnamen terbesar dunia dengan nama negaranya saat ini.
Perjalanan Kualifikasi dan Detik‑detik Penentuan
Setelah melewati fase grup zona Afrika, RD Kongo menghadapi Jamaika, tim Karibia yang menampilkan beberapa pemain berbakat dari liga Inggris. Kedua tim menurunkan skuad berpengalaman: di lini belakang RD Kongo, bek tengah Axel Tuanzebe (Burnley) dan Aaron Wan-Bissaka (West Ham United) menjaga pertahanan, sementara lini serang didukung oleh Yoane Wissa (Newcastle United) dan Cedric Bakambu (Real Betis). Jamaika menumpang dengan bek Brentford Ethan Pinnock serta gelandang sayap Leon Bailey (Aston Villa).
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Cedric Bakambu membuka peluang pada menit ke–12 dengan tembakan keras yang meleset, dan Ethan Pinnock membalas sepuluh menit kemudian. Selama 90 menit reguler, kedua belah pihak tetap berusaha menembus pertahanan lawan namun tak menghasilkan gol.
Setelah waktu normal berakhir, wasit menambah dua babak tambahan masing‑masing 15 menit. Tekanan meningkat, namun tetap tidak ada penyelesaian hingga babak tambahan pertama. Pada menit ke–100, Brian Cipenga mengirimkan tendangan sudut, bola berkeliling di dalam kotak penalti dan berhasil ditangkap oleh Axel Tuanzebe. Gol bek tersebut menjadi satu‑satunya angka dalam pertandingan dan mengantarkan RD Kongo pada kemenangan dramatis.
Daftar Pemain Kunci
| Pemain | Posisi | Klub |
|---|---|---|
| Axel Tuanzebe | Bek Tengah | Burnley |
| Aaron Wan-Bissaka | Bek Kanan | West Ham United |
| Yoane Wissa | Penyerang | Newcastle United |
| Cedric Bakambu | Penyerang | Real Betis |
| Ethan Pinnock | Bek Tengah | Brentford |
| Leon Bailey | Gelandang Sayap | Aston Villa |
Makna Historis dan Tantangan Selanjutnya
Kemenangan ini bukan sekadar tiket ke turnamen dunia; ia menandai transformasi identitas sepak bola Kongo. Pada Piala Dunia 1974, tim ini berkompetisi dengan nama Zaire dan tidak melanjutkan ke fase grup. Kini, sebagai Republik Demokratik Kongo, mereka bergabung di Grup K bersama Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan. Jadwal pembuka menunggu mereka pada 17 Juni 2026 melawan Portugal, sebuah ujian pertama melawan tim Eropa berpengalaman.
Para penggemar dan pejabat sepak bola Kongo menyambut keberhasilan ini dengan harapan besar. “Ini adalah kebanggaan bangsa. Kami menunggu momen ini selama puluhan tahun,” ujar pelatih kepala tim dalam konferensi pers pasca–pertandingan.
Keberhasilan RD Kongo juga menambah warna pada peta kompetisi Piala Dunia 2026, dengan total 48 tim yang berpartisipasi, termasuk 16 tim dari tiga konfederasi baru. Kehadiran negara Afrika yang baru bernama ini diharapkan meningkatkan eksposur pemain muda serta memperkuat infrastruktur sepak bola di benua tersebut.
Dengan tekad untuk mengukir hasil positif di panggung global, RD Kongo akan memanfaatkan pengalaman para pemain yang berkarier di liga top Eropa. Fokus utama mereka adalah mempertahankan disiplin defensif yang telah terbukti efektif dan memaksimalkan peluang serangan melalui kombinasi cepat antara Wissa dan Bakambu.
Sejarah baru telah tercipta. RD Kongo kini melangkah ke Piala Dunia 2026 dengan semangat juang, harapan, dan tekad untuk menulis bab selanjutnya dalam saga sepak bola Afrika.











