Keuangan.id – 06 Mei 2026 | Satreskrim Polrestabes Palembang kembali menegaskan komitmen penegakan hukum dengan berhasil menangkap dua anggota Polri yang terlibat dalam aksi pembegalan di wilayah Kota Palembang. Penangkapan ini terjadi bersamaan dengan serangkaian kasus kriminal lain yang mengguncang Sumatera Selatan, termasuk kekerasan seksual terhadap bocah sekolah dasar dan aksi begal berantai di Lubuklinggau.
Penangkapan Dua Anggota Polri
Pada Rabu (6/5/2026), tim Satreskrim Polrestabes Palembang bersama Unit Reskrim Polsek Gandus melakukan operasi gabungan di area Jalan Karang Sari, Kelurahan Gandus. Hasil penyelidikan mengidentifikasi dua anggota kepolisian yang terlibat dalam pembegalan sepeda motor milik korban remaja berusia 14 tahun. Kedua tersangka, yang belum diungkap namanya demi keamanan proses hukum, ditangkap setelah bukti digital dan saksi mengonfirmasi peran mereka dalam perencanaan serta pelaksanaan aksi.
Selama proses penangkapan, Satreskrim berhasil menyita sejumlah barang bukti, termasuk motor curian, senjata tajam, dan catatan transaksi yang mengaitkan para tersangka dengan jaringan kriminal yang lebih luas. Kedua polisi tersebut kini berada dalam tahanan dan akan diproses secara disiplin melalui Propam serta proses pidana.
Kasus Kekerasan Seksual Anak SD
Sementara itu, polisi terus mengusut kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang bocah perempuan berusia 12 tahun (inisial PS) di Palembang. Kejadian terjadi pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB ketika korban dijemput oleh pelaku yang mengaku sebagai pengantar ojek online. Pelaku kemudian melakukan tindakan pelecehan di lokasi yang kini dijelaskan sebagai hamparan semak‑semak di Jalan Karang Sari.
Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Palembang dan Unit Reskrim Polsek Gandus melakukan olah TKP secara menyeluruh, mengumpulkan jejak DNA, sidik jari, serta keterangan saksi. Ayah korban, NS (35), membantu proses penyelidikan dengan memberikan informasi tentang kendaraan dan pakaian pelaku. Kapolsek Gandus, AKP I Made Budhi Harta, menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan dan mengimbau masyarakat untuk melaporkan informasi yang dapat mempercepat penangkapan pelaku.
Aksi Begal di Lubuklinggau
Di wilayah selatan Sumatera Selatan, Polres Lubuklinggau mengungkap rangkaian aksi begal yang menargetkan remaja sekolah. Salah satu tersangka utama, Cepi Mandala Putra (28), berhasil ditangkap setelah melakukan pelarian saat proses rekonstruksi. Polisi menembak kakinya sebagai tindakan peringatan sebelum akhirnya ia dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.
Selama interogasi, Cepi mengaku melakukan pembegalan di 10 lokasi berbeda, termasuk pencurian sepeda motor milik korban berinisial MAT (14). Ia juga mengungkap adanya empat rekan yang masih dalam proses pencarian. Motif utama aksi begal diduga untuk membiayai konsumsi narkoba jenis sabu serta perjudian online.
Reaksi Masyarakat dan Upaya Satreskrim
Berbagai pihak, termasuk mahasiswa Solidaritas Organisasi Seluruh Mahasiswa Empat Lawang (SOSMEL), menuntut transparansi dan penegakan hukum yang adil atas semua kasus tersebut. Mereka menekankan pentingnya perlindungan saksi, rehabilitasi korban, serta pemulihan nama baik mereka yang terdampak.
Satreskrim Palembang menegaskan bahwa semua kasus akan diproses secara menyeluruh, baik secara pidana maupun etik. Upaya pencegahan meliputi peningkatan patroli rutin, sosialisasi kewaspadaan kepada orang tua, serta pembentukan tim khusus untuk menangani kejahatan terhadap anak.
Dengan rangkaian penangkapan dan penyelidikan ini, aparat kepolisian di Sumatera Selatan menunjukkan tekad kuat untuk memutus jaringan kriminal, melindungi warga, dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.
