Keuangan.id – 18 April 2026 | Dalam laga pekan kedua fase grup Copa Sudamericana 2026, Santos FC harus menelan hasil imbang 1-1 melawan tim cadangan Deportivo Recoleta pada laga yang digelar di stadion ikonik Urbano Caldeira, Vila Belmiro. Kedua tim menampilkan serangan berulang, namun hanya dua gol yang tercipta. Gol pertama datang dari titik penalti pada menit ke-55, ketika Richard Ortiz mengeksekusi tendangan dengan tenang setelah wasit menandai pelanggaran terhadap Luan Peres di dalam kotak penalti. Gol balasan Santos muncul pada menit ke-78, ketika Neymar, yang kembali menjadi sorotan, mencetak gol setelah menerima umpan terobosan dari rekan setimnya, Gabriel Barbosa.
Detail Laga dan Insiden Penting
Sepanjang 90 menit, pertandingan dipenuhi dengan aksi-aksi dramatis. Neymar mencatat beberapa tembakan ke arah gawang, namun sebagian besar terhalang oleh pertahanan Recoleta yang disiplin, khususnya Oscar Toledo yang melakukan beberapa tekel krusial. Wasit juga tidak ragu memberi kartu kuning kepada Richard Ortiz dan Oscar Toledo karena pelanggaran taktis. Substitusi pun terjadi secara intensif: Claudio Garay digantikan oleh Héctor López, Mathias Masi masuk menggantikan Fernando Galeano, dan Lautaro Díaz menggantikan Igor Vinícius de Souza. Selain itu, posisi offside tercatat beberapa kali, termasuk pada Thaciano Mickael da Silva dan Richard Ortiz.
Serangkaian Humiliasi yang Menyusul Santos
Laga imbang ini menambah daftar panjang hinaan yang menimpa Santos dalam dekade terakhir. Sejak relegasi tak terduga ke Serie B pada 2023, klub berjuang keras untuk kembali ke puncak. Empat larangan transfer karena tunggakan utang menambah beban, melibatkan pemain seperti Soteldo, Cueva, serta pelatih Fabian Bustos dan Pedro Caixinha. Penurunan prestasi di kompetisi kontinental juga tampak jelas; pada 2021 Santos tereliminasi dari fase grup Copa Libertadores setelah 37 tahun berpartisipasi, menempati posisi ketiga dengan hanya enam poin. Pada 2022, Deportivo Táchira berhasil menembus perempat final melawan Santos lewat adu penalti, meski Santos mencatat rekor defensif buruk dengan 51 kebobolan dalam 14 laga domestik.
Krisis Internal dan Tekanan di Liga Brasil
Kondisi ini memicu ketegangan di dalam klub. Neymar, yang kini berusia 34 tahun, menjadi pusat sorotan tidak hanya karena performa di lapangan tetapi juga sikapnya di luar lapangan. Setelah insiden dengan seorang suporter pada laga melawan Recoleta, Neymar harus memberikan klarifikasi publik, mengakui bahwa ia belum berada dalam kondisi fisik optimal menjelang Piala Dunia. Pelatih Cuca, yang kembali mengemban tugas pada akhir Maret, harus menenangkan suporter yang marah dan menanggapi kritik tajam atas taktik yang dianggap kurang inovatif. Di sisi lain, Santos kini berada hanya tiga poin di atas zona degradasi di Brasileirão, menjelang pertemuan penting melawan Fluminense pada pekan berikutnya.
Posisi Grup dan Dampak Hasil
Hasil imbang melawan Recoleta menempatkan Santos di posisi yang tidak menguntungkan dalam Grup D, dengan satu poin saja. Sementara itu, San Lorenzo berhasil memimpin grup setelah mengalahkan Deportivo Cuenca 2-0, meninggalkan Santos sebagai tim dengan poin terendah di grup. Kekalahan atau imbang berikutnya dapat memperparah situasi, terutama jika Santos tidak mampu mengamankan kemenangan dalam laga domestik selanjutnya. Statistik grup menunjukkan bahwa setiap poin sangat berharga, mengingat persaingan ketat antara tim-tim asal Brasil, Argentina, dan Paraguay.
Secara keseluruhan, imbang 1-1 melawan Deportivo Recoleta mencerminkan kondisi klub yang sedang berada di persimpangan jalan. Dari masalah administratif hingga performa di lapangan, Santos harus segera menemukan solusi agar tidak terperosok lebih jauh di Copa Sudamericana dan Brasileirão. Jika tidak, tekanan dari suporter, media, dan kompetisi dapat mengancam stabilitas klub yang selama ini menjadi simbol keanggunan sepakbola Brasil.











