Keuangan.id – 23 April 2026 | Saham GJTL (Garuda Indonesia) mengalami kenaikan bertahap meskipun selama sembilan hari terakhir terdapat aliran masuk investor asing yang signifikan.
Data orderbook menunjukkan bahwa meski permintaan meningkat, sisi penawaran masih cukup kuat untuk menahan lonjakan harga. Aktivitas broker pun mencatat volume perdagangan yang stabil, menandakan adanya keseimbangan antara beli dan jual.
Rangkuman Data 9 Hari Asing Masuk
| Hari | Net Foreign Flow (Juta USD) | Orderbook (Juta Saham) | Volume Broker (Juta Saham) |
|---|---|---|---|
| 1 | 12,5 | 3,2 | 0,9 |
| 2 | 9,8 | 3,0 | 1,1 |
| 3 | 15,2 | 3,5 | 1,0 |
| 4 | 8,3 | 3,1 | 0,8 |
| 5 | 11,0 | 3,3 | 0,9 |
| 6 | 13,7 | 3,4 | 1,2 |
| 7 | 10,4 | 3,2 | 1,0 |
| 8 | 14,1 | 3,5 | 1,1 |
| 9 | 9,9 | 3,0 | 0,9 |
Meski aliran dana asing cukup besar, orderbook tetap menunjukkan adanya penawaran yang cukup untuk menyeimbangkan pasar. Hal ini menjelaskan mengapa kenaikan harga saham GJTL tidak terlalu tajam.
- Investor asing meningkatkan posisi beli secara bertahap.
- Broker mencatat volume perdagangan yang tidak berfluktuasi signifikan.
- Supply atau penawaran saham masih cukup tinggi, menahan lonjakan harga.
Para analis memperkirakan bahwa selama tekanan supply tetap ada, saham GJTL kemungkinan akan terus bergerak dalam kisaran naik perlahan. Jika terjadi penurunan supply atau peningkatan permintaan yang tajam, potensi kenaikan harga dapat lebih signifikan.
