Keuangan.id – 08 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke 7.161,91 pada Jumat (8/5/2026), mengikuti koreksi sejumlah saham big caps, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang turun 3,23% menjadi Rp4.500 per saham. Penurunan ini disusul oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang melemah 1,62%.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi 0,17% atau 12,40 poin ke 7.161,91 hingga pukul 09.02 WIB. Pada awal perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level terendah 7.148,97 dan sempat ke posisi 7.186,83. Tercatat, sebanyak 190 saham menguat, 270 saham terkoreksi, dan 207 saham stagnan. Kapitalisasi pasar mencapai Rp12.804,82 triliun.
Sementara itu, beberapa saham yang masih tumbuh saat IHSG dibuka terkontraksi, antara lain PT Chandra Asri Tbk. (TPIA) yang naik 2,18% ke Rp5.850, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMM) tumbuh 1,29% ke Rp4.700, dan PT Astra International Tbk. (ASII) mencatatkan kenaikan 0,85% ke Rp5.900.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan bahwa pada perdagangan kemarin, IHSG sejatinya ditutup naik 1,15%. Namun, penguatan masih disertai dengan aksi jual investor asing senilai Rp360 miliar. ‘IHSG berpotensi koreksi hari ini,’ pungkas Fanny dalam publikasi riset hariannya pada Jumat (8/5/2026).
Fanny merinci, beberapa saham yang paling banyak dilepas investor asing kemarin meliputi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO).
Secara teknikal, BNI Sekuritas memperkirakan level support indeks komposit hari ini berada di rentang 7.000 hingga 7.100. Sementara itu, level resistansi indeks akan berada pada kisaran 7.200 sampai 7.280. Dari sentimen global, pergerakan IHSG hari ini dibayangi oleh pelemahan bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, pada penutupan perdagangan semalam.
Indeks S&P 500 terkoreksi 0,38%, diikuti Dow Jones yang turun 0,63%, dan Nasdaq melemah 0,13%. Pelemahan di bursa AS dipicu oleh kekhawatiran investor terkait pergerakan harga minyak dan ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Hari ini, IHSG diproyeksikan rawan terkoreksi setelah pada hari sebelumnya ditutup menguat di tengah aksi jual bersih atau net sell investor asing. Tercatat, IHSG ditutup melemah sebesar 2,86% atau 204,92 poin menuju 6.969,39. Indeks komposit hari ini dibuka pada level 7.182,96 dan sempat menyentuh posisi tertingginya di 7.186,83.
Sementara itu, saham top gainers hari ini dihuni oleh PT Megapower Makmur Tbk. (MPOW) yang melonjak 34,55% ke Rp148, sementara PT Hetzer Medical Indonesia Tbk. (MEDS) tumbuh sebesar 34,18% menjadi Rp117 per saham. Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan bahwa IHSG sempat melemah 0,08% ke 7.168,47 pada perdagangan sesi pertama.











