Keuangan.id – 12 Mei 2026 | Saham perbankan berkapitalisasi besar atau big banks mulai menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya kompak terkoreksi. Dalam sepekan terakhir, sejumlah saham bank besar tercatat menguat meski arus keluar dana asing masih berlanjut di beberapa emiten. Pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2026), saham bank-bank big caps memang masih bergerak bervariasi. Namun secara kumulatif mingguan, tren harga menunjukkan penguatan yang cukup solid di beberapa emiten utama.
Pergerakan Saham Big Banks Sepekan
- Saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 4,24% ke level Rp 6.150.
- Saham Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik lebih tinggi sebesar 5,26% menjadi Rp 3.200.
- Saham Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) masih mencatat pelemahan tipis 0,52% ke Rp 3.820.
- Saham Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 3,85% ke level Rp 4.250.
Menariknya, penguatan saham big banks ini terjadi di tengah arus dana asing yang masih cenderung selektif. Dalam sepekan, BBCA dan BMRI mencatat net sell masing-masing sebesar Rp 368,95 miliar dan Rp 1,62 triliun. Sementara itu, BBNI dan BBRI justru masih mencatatkan net buy asing, masing-masing Rp 29,22 miliar dan Rp 734,36 miliar.
Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai pola ini menunjukkan bahwa rotasi dana asing di sektor perbankan masih belum merata. “Asing belum sepenuhnya kembali ke pasar Indonesia,” jelas Hendra kepada Kontan, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, tekanan pada BBCA dan BMRI lebih dipengaruhi oleh struktur kepemilikan asing yang sebelumnya sangat besar, sehingga aksi risk off global beberapa bulan terakhir berdampak lebih besar pada kedua saham tersebut. Dengan kata lain, posisi arus dana asing BBCA dan BMRI saat ini lebih mencerminkan proses normalisasi yang sebelumnya sudah overweight, bukan semata-mata karena fundamental keduanya memburuk.
Meski begitu, Hendra menilai dominasi investor domestik mulai terlihat dalam menopang pergerakan harga saham big banks. Investor domestik melihat bahwa fundamental BBCA dan BMRI masih sangat kuat, baik dari sisi kualitas aset, laba yang stabil, CASA yang tinggi, hingga kemampuan menjaga pertumbuhan kredit di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan,” terang Hendra.
Senior Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas menambahkan, perbedaan arus dana asing juga dipengaruhi oleh kinerja masing-masing bank pada kuartal I-2026. Menurutnya, BBRI dan BBNI lebih menarik karena mampu mencatat pertumbuhan laba yang solid, sementara BBCA mengalami pertumbuhan profit yang lebih terbatas dan BMRI mencatat penurunan pendapatan bunga.
Hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat secara teknikal pada perdagangan saham Senin, (11/5/2026). Berikut rekomendasi saham yang bisa Anda pertimbangkan:











