Keuangan.id – 10 April 2026 | Kelompok saham bank berkapitalisasi besar (big banks) kembali mengalami tekanan pada penutupan perdagangan Kamis, 9 April 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat sedikit turun, dipicu oleh aksi jual agresif investor asing terhadap beberapa emiten perbankan.
Data yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa Bank Central Asia (BBCA) menjadi saham bank paling banyak dijual oleh pihak asing pada hari tersebut, dengan total penjualan bersih mencapai sekitar 10,5 juta lembar. Penjualan ini menggerakkan harga BBCA turun sekitar 1,2% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Saham bank lain dalam kelompok big banks juga mencatat penurunan, meskipun dengan volume jual yang lebih ringan:
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 0,7% dengan penjualan bersih 4,2 juta lembar.
- Bank Negara Indonesia (BNI) turun 0,6% dengan penjualan bersih 3,8 juta lembar.
- Bank Mandiri (BMRI) turun 0,5% dengan penjualan bersih 3,1 juta lembar.
Berikut rangkuman volume penjualan bersih oleh investor asing pada hari Kamis:
| Bank | Volume Penjualan (juta lembar) |
|---|---|
| BBCA | 10,5 |
| BBRI | 4,2 |
| BNI | 3,8 |
| BMRI | 3,1 |
Para analis menyebutkan bahwa aksi jual ini dipicu oleh kekhawatiran global terhadap kebijakan suku bunga yang masih tinggi serta penurunan likuiditas di pasar internasional. Selain itu, data ekonomi domestik yang menunjukkan pertumbuhan sedikit melambat juga menambah sentimen negatif.
Namun, beberapa pakar memperingatkan bahwa penurunan jangka pendek ini belum tentu mencerminkan fundamental jangka panjang bank-bank besar. Mereka menilai bahwa rasio kecukupan modal (CAR) dan kualitas aset tetap kuat, sehingga potensi pemulihan dapat terjadi bila sentimen pasar membaik.
Investor disarankan untuk memantau perkembangan kebijakan moneter Bank Indonesia serta data ekonomi makro berikutnya sebelum mengambil keputusan beli atau jual pada saham-saham perbankan.











