Berita  

Saat Sampah Antariksa Terbakar di Atmosfer Bumi: Fenomena Langka yang Menakjubkan

Saat Sampah Antariksa Terbakar di Atmosfer Bumi: Fenomena Langka yang Menakjubkan
Saat Sampah Antariksa Terbakar di Atmosfer Bumi: Fenomena Langka yang Menakjubkan

Keuangan.id – 20 Mei 2026 | Suatu pemandangan menakjubkan yang tidak pernah bisa disaksikan manusia sebelum abad terakhir baru saja terekam dari luar angkasa: kilatan cahaya spektakuler dari roket Rusia atau puing buatan manusia yang hancur berkeping-keping saat menembus atmosfer Bumi.

Menyaksikan pemandangan Bumi dari luar angkasa adalah hal yang luar biasa, namun melihat objek buatan manusia hancur meleleh di atmosfer adalah pemandangan langka yang menakjubkan sekaligus mengerikan.

Astronaut NASA, Chris Williams, berhasil mengabadikan momen langka ketika sebuah roket Rusia atau puing sampah antariksa tak dikenal menerobos atmosfer Bumi, pecah berkeping-keping, dan menghasilkan hujan cahaya yang benderang di langit malam.

Momen tersebut direkam Williams dari jendela kubah (cupola) Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) saat stasiun laboratorium itu sedang melintas di atas wilayah Afrika Barat pada 27 April lalu.

“Saya melihat bagian ekornya memanjang lalu terpecah menjadi pancaran serpihan yang lebih kecil. Itu benar-benar sebuah pertunjukan cahaya yang luar biasa!” tulis Williams dalam unggahannya di media sosial.

Objek menyala yang disaksikan oleh astronaut tersebut kemungkinan besar merupakan sisa roket pendorong yang meluncurkan kapal kargo penyuplai milik Rusia, Progress 95 (atau Progress MS-34).

Kapal kargo itu sendiri telah bersandar dengan aman di ISS beberapa jam sebelum pemandangan tersebut terjadi.

Meski demikian, pihak NASA tidak menutup kemungkinan lain. Objek tersebut bisa saja merupakan satelit tua yang mati, fragmen roket lain, bongkahan sampah antariksa acak, atau bahkan meteor alami yang terbakar saat memasuki bumi.

Orbit Bumi saat ini jauh lebih padat dan kotor daripada yang dibayangkan kebanyakan orang. Berdasarkan data pelacakan antariksa, planet kita saat ini dikepung oleh sekitar 25.000 keping sampah berukuran lebih besar dari 10 sentimeter, ditambah jutaan serpihan kecil lainnya yang tidak bisa terlacak.

Jika ditotal, ada sekitar 9.000 metrik ton logam dan rongsokan yang mengapung di atas kepala kita.

Ketinggian (altitudo) memegang peran kunci seberapa lama sampah antariksa ini akan bertahan di luar angkasa sebelum jatuh: Secara desain, komponen roket sekali pakai memang dirancang untuk sengaja dijatuhkan agar habis terbakar tanpa sisa (incinerate) akibat gaya gesek atmosfer yang ekstrem.

Kendati mayoritas sampah habis menguap di langit, para ilmuwan memperingatkan bahwa material wahana antariksa modern saat ini dibuat semakin kuat dan tahan panas demi faktor keselamatan peluncuran.

Efek sampingnya, material yang terlalu tangguh ini justru meningkatkan risiko adanya serpihan sisa yang gagal terbakar dan berhasil lolos mencapai daratan padat.

NASA mengestimasi rata-rata ada satu serpihan sampah antariksa yang jatuh kembali ke Bumi setiap harinya dalam kurun waktu 50 tahun terakhir.

Hingga detik ini, secara resmi baru ada satu orang di dunia yang tercatat pernah terhantam serpihan sampah antariksa dan untungnya tidak terluka parah.

Pemandangan langka ini menjadi peringatan bagi kita semua tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keselamatan di luar angkasa.

Sampah antariksa bukan hanya menjadi ancaman bagi astronaut dan stasiun luar angkasa, tetapi juga dapat membahayakan Bumi dan penduduknya.

Oleh karena itu, kita harus terus berupaya untuk mengurangi jumlah sampah antariksa dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan di luar angkasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *