Keuangan.id – 06 Juni 2026 | Rupiah melemah drastis hingga Rp 18.000 per dolar AS, membuat perbankan perketat penyaluran kredit valas. Hal ini berdampak pada beberapa sektor, terutama yang bergerak di bidang ekspor dan impor. Dampak melemahnya rupiah ini dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama yang memiliki utang dalam valuta asing.
Perbankan mulai perketat penyaluran kredit valas untuk menghindari risiko yang lebih besar. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko kerugian yang mungkin timbul akibat melemahnya rupiah. Beberapa sektor yang paling rentan terdampak oleh melemahnya rupiah adalah sektor ekspor dan impor, serta sektor yang memiliki utang dalam valuta asing.
Melemahnya rupiah juga berdampak pada inflasi dan harga barang. Harga barang impor cenderung meningkat, sehingga berdampak pada inflasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah-langkah untuk mengatasi dampak melemahnya rupiah dan mengurangi risiko yang mungkin timbul.
