Keuangan.id – 28 April 2026 | Rupiah ditutup pada level 17.243 per dolar AS pada sesi perdagangan hari ini, mencerminkan tekanan nilai tukar yang dipicu oleh penguatan mata uang Amerika serta ketegangan geopolitik yang melibatkan proposal Iran.
Faktor eksternal
Penguatan dolar AS secara global memberikan tekanan pada mata uang emerging market, termasuk Rupiah. Selain itu, spekulasi mengenai proposal Iran yang berpotensi memperburuk hubungan Barat‑Iran menambah sentimen risk‑off di pasar keuangan.
Faktor struktural
Selain tekanan luar, Rupiah juga dipengaruhi oleh kondisi domestik seperti defisit neraca berjalan yang masih lebar, inflasi yang berada di atas target, serta ketergantungan pada impor energi dan bahan baku.
Dampak pada ekonomi
- Biaya impor menjadi lebih mahal, meningkatkan tekanan inflasi.
- Pembiayaan perusahaan yang bergantung pada dolar menjadi lebih mahal.
- Bank Indonesia dapat mempertimbangkan penyesuaian kebijakan moneter untuk menstabilkan nilai tukar.
Para analis memperkirakan bahwa selama dolar AS tetap kuat dan ketegangan regional berlanjut, Rupiah akan terus berada di kisaran yang mengancam stabilitas harga. Kebijakan fiskal dan moneter yang koheren menjadi kunci untuk mengurangi volatilitas di masa mendatang.











