Keuangan.id – 14 Mei 2026 | Rupiah berisiko mengalami penurunan nilai akibat beberapa faktor, termasuk konflik di Timur Tengah, outflow MSCI, dan lonjakan harga minyak global yang menekan fiskal Indonesia. Konflik di Timur Tengah dapat mempengaruhi harga minyak dunia, sehingga meningkatkan biaya produksi dan pengiriman barang ke Indonesia. Hal ini dapat menyebabkan penurunan nilai Rupiah.
Outflow MSCI juga dapat mempengaruhi harga saham dan obligasi Indonesia, sehingga meningkatkan risiko penurunan nilai Rupiah. Lonjakan harga minyak global dapat mempengaruhi fiskal Indonesia, sehingga meningkatkan biaya produksi dan pengiriman barang ke Indonesia.
Untuk menghindari penurunan nilai Rupiah, pemerintah Indonesia dapat mengambil beberapa langkah, seperti meningkatkan likuiditas pasar uang dan mengembangkan strategi investasi untuk mengimbangi outflow MSCI. Selain itu, pemerintah juga dapat meningkatkan produksi minyak dan gas alam nasional untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
- Meningkatkan likuiditas pasar uang
- Mengembangkan strategi investasi
- Meningkatkan produksi minyak dan gas alam nasional











