Keuangan.id – 20 April 2026 | Rosario Central kembali menjadi fokus utama dunia sepakbola Argentina setelah serangkaian peristiwa yang menggabungkan kontroversi administratif, kepulangan bintang internasional, tragedi kekerasan, dan kemenangan penting di lapangan. Selama beberapa bulan terakhir, klub ini berada di tengah perdebatan mengenai kebijakan kepemilikan privat tim, dinobatkan dengan trofi baru oleh AFA, serta menelan duka akibat pembunuhan anggota barra brava. Di saat yang sama, legenda Argentina Ángel Di María kembali ke klub kelahirannya, menambah semangat juang bagi pendukung. Semua itu terjadi bersamaan dengan kemenangan 2-1 atas Sarmiento pada pekan terakhir Liga Profesional, yang menegaskan kembali ambisi tim untuk kembali ke puncak kompetisi.
Kontroversi Gelar “Champion of the League”
Pada akhir November 2025, Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA) mengumumkan penciptaan trofi baru berjudul “Champion of the League”. Keputusan ini menimbulkan perdebatan sengit karena tidak tercantum dalam regulasi sebelumnya. Rosario Central, yang secara kebetulan menjadi penerima gelar pertama, mendapat sorotan tajam dari klub-klub lain serta pengamat. Banyak pihak menilai langkah ini sebagai upaya politisasi sepakbola, terutama di tengah ketegangan antara Presiden Javier Milei dan Ketua AFA Claudio “Chiqui” Tapia mengenai privatasi klub. Kritikus berargumen bahwa gelar baru ini mengaburkan integritas kompetisi dan menambah beban administratif pada sistem liga yang sudah dianggap rumit.
Kepulangan Ángel Di María ke Kota Asal
Momentum emosional tercipta pada 7 Juli 2025, ketika Ángel Di María, pemenang Piala Dunia 2022, mengumumkan kepulangannya ke Rosario Central setelah 18 tahun berkarier di Eropa. Di María menyatakan, “Ini lebih dari yang pernah saya impikan,” sambil meneteskan air mata di depan ribuan suporter yang menanti di stadion. Kedatangan sang pemain tidak hanya meningkatkan popularitas klub, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepakbola lokal di tengah persaingan global. Di María langsung terlibat dalam latihan intensif dan diharapkan menjadi ujung tombak serangan dalam kampanye liga 2026.
Kekerasan dan Tragedi di Lingkungan Barba
Sayangnya, sorotan positif tersebut tidak lepas dari bayang‑bayang kelam. Pada November 2024, dua anggota kelompok barra brava Rosario Central terbunuh dalam insiden tembak-menembak di sekitar stadion. Polisi masih mencari tiga tersangka yang diduga terlibat. Insiden serupa kembali terjadi pada Oktober 2024, ketika dua suporter tewas ditembak setelah pertandingan melawan rival. Kejadian ini menimbulkan kecaman luas dari otoritas dan masyarakat, menuntut tindakan tegas untuk menekan kekerasan di arena sepakbola. AFA dan kepolisian kini bekerja sama meningkatkan keamanan, termasuk penambahan kamera pengawas dan patroli kepolisian di hari pertandingan.
Kemenangan Tandang atas Sarmiento
Di tengah segala gejolak, Rosario Central menunjukkan performa di lapangan dengan mengalahkan Sarmiento 2-1 pada 20 April 2026. Gol pembuka dicetak oleh striker muda klub pada menit ke‑23, sementara gol balasan datang lewat tendangan bebas memukau pada menit ke‑78. Sarmiento sempat menyamakan kedudukan lewat gol penalti, namun Rosario Central berhasil menutup pertandingan dengan serangan cepat di menit akhir. Kemenangan ini menempatkan tim pada posisi menengah‑atas klasemen dan memberi momentum bagi pelatih untuk mengintegrasikan Di María ke dalam skuad utama.
Berbagai dinamika ini mencerminkan kompleksitas sepakbola Argentina, di mana politik, ekonomi, dan budaya berbaur dalam satu arena. Rosario Central kini berada di persimpangan jalan: harus menavigasi tantangan administratif, menjaga keamanan pendukung, dan memanfaatkan potensi pemain bintang demi meraih prestasi. Jika klub berhasil menyatukan semua elemen, mereka tidak hanya akan mengukir sejarah baru, tetapi juga menginspirasi generasi berikutnya untuk mencintai sepakbola dengan cara yang lebih damai dan profesional.











