Keuangan.id – 03 April 2026 | Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang menjadi pemicu utama peningkatan minat investor terhadap Indonesia. Dalam sebuah pernyataan resmi, Rosan menyebut agenda diplomatik tersebut berhasil membuka dialog strategis yang menumbuhkan kepercayaan investor asing, khususnya dari Jepang.
Rosan menambahkan bahwa setelah kunjungan tersebut, data survei independen menunjukkan lonjakan signifikan dalam indeks kepercayaan investor. Pada bulan Mei, indeks tersebut mencatat kenaikan sebesar 12 poin dibandingkan bulan sebelumnya, mencerminkan perubahan persepsi risiko yang positif.
- Dialog investasi strategis: Prabowo membahas kerangka kerja jangka panjang untuk kolaborasi energi bersih, termasuk proyek pembangkit listrik tenaga surya dan hidrogen hijau.
- Komitmen sektor manufaktur: Perusahaan otomotif Jepang berjanji meningkatkan produksi di pabrik-pabrik yang berlokasi di zona ekonomi khusus (KEK) Indonesia.
- Pengembangan infrastruktur digital: Kesepakatan pra-MoU (memorandum of understanding) untuk pendirian pusat data dan jaringan 5G di beberapa provinsi.
Rosan menekankan bahwa keberhasilan diplomasi ini tidak lepas dari sinergi antara kementerian terkait, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan asosiasi bisnis nasional. Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan minat investor harus diimbangi dengan kebijakan yang konsisten, transparansi regulasi, serta penegakan hukum yang kuat agar investasi dapat berkelanjutan.
Di sisi lain, analis pasar menilai bahwa kunjungan tersebut dapat menstimulasi arus masuk investasi asing langsung (FDI) pada akhir tahun 2024. Proyeksi terbaru menunjukkan potensi penambahan FDI sebesar US$5‑7 miliar, terutama di sektor teknologi informasi, energi terbarukan, dan manufaktur berteknologi tinggi.
Secara keseluruhan, Rosan Roeslani menggarisbawahi bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang bukan hanya simbolik, melainkan titik balik dalam upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi utama di kawasan Asia‑Pasifik. Ia mengajak semua pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kerjasama bilateral, memastikan iklim investasi yang stabil, dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.











