Ronaldo Siapkan Misi Terakhir di Piala Dunia 2026: Mengejar Gelar yang Messi Tinggalkan

Ronaldo Siapkan Misi Terakhir di Piala Dunia 2026: Mengejar Gelar yang Messi Tinggalkan
Ronaldo Siapkan Misi Terakhir di Piala Dunia 2026: Mengejar Gelar yang Messi Tinggalkan

Keuangan.id – 09 Maret 2026 | Amerika Utara bersiap menyambut Piala Dunia FIFA 2026, dan dua ikon sepak bola dunia—Cristiano Ronaldo serta Lionel Messi—kembali menjadi sorotan utama. Kedua legenda kini berada di fase akhir karier, namun tujuan mereka di turnamen terbesar ini berbeda. Messi telah mengangkat trofi pada Piala Dunia 2022, sementara Ronaldo menargetkan gelar pertamanya di level internasional, menjadikan 2026 peluang terakhirnya untuk menyaingi catatan sang rival.

Sejarah Penampilan di Piala Dunia

Ronaldo telah mencatatkan diri dalam lima edisi Piala Dunia (2006, 2010, 2014, 2018, 2022). Selama 22 penampilan, ia mencetak delapan gol, semuanya di fase grup. Pada 2006 dan 2010, Portugal melaju hingga semifinal dan babak 16 besar masing‑masing, namun Ronaldo belum pernah mencetak gol di fase gugur. Di Piala Dunia 2022, ia menambah satu gol, namun Portugal hanya mencapai perempat final. Sementara itu, Messi memiliki total 13 gol, lima di antaranya di fase gugur, termasuk tiga gol krusial pada Piala Dunia 2022 yang mengantar Argentina menjadi juara.

Statistik Perbandingan

  • Cristiano Ronaldo: 22 pertandingan, 8 gol (0 di fase gugur), 5 edisi.
  • Lionel Messi: 26 pertandingan (perkiraan), 13 gol, 5 gol di fase gugur, 1 trofi Piala Dunia (2022).

Perbedaan utama terletak pada catatan gol di babak knockout. Ronaldo berambisi mengubah statistik itu pada Piala Dunia 2026, sebuah misi yang sekaligus menjadi simbol persaingan dengan Messi.

Piala Dunia 2026: Format Baru dan Tantangan

Turnamen kali ini akan menjadi yang terbesar dalam sejarah FIFA, dengan 48 tim terbagi dalam 12 grup dan fase gugur yang dimulai dari 32 besar. Jadwal berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026, mencakup 16 kota tuan rumah di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Format yang lebih panjang (39 hari) memberi peluang lebih banyak pertandingan bagi Portugal untuk menembus fase knockout dan, bila berhasil, menambah gol Ronaldo di babak kritis.

Portugal dan Peluang Ronaldo

Portugal masuk ke kualifikasi zona Eropa Grup F, di mana Ronaldo tampil dalam laga melawan Irlandia pada Oktober 2025. Meskipun usianya kini 41 tahun, performa fisik dan pengalaman internasionalnya masih menjadi aset penting. Timnas Portugal menargetkan setidaknya posisi dua besar grup untuk mengamankan tiket langsung ke fase 32 besar. Jika berhasil, Ronaldo berpotensi mencetak gol pertama di fase gugur—sebuah pencapaian yang belum pernah ia raih.

Strategi dan Harapan

Pelatih Portugal diperkirakan akan menyesuaikan taktik agar memaksimalkan peran Ronaldo di lini serang, sekaligus memberi ruang bagi generasi muda seperti João Félix atau Rafael Leão. Pada saat yang sama, Argentina, dipimpin oleh Messi yang berusia 39 tahun pada 2026, akan mengandalkan kombinasi pengalaman dan bakat muda seperti Julián Álvarez. Kedua tim diprediksi akan bersaing ketat di fase grup, dan pertemuan potensial di babak knockout dapat menjadi panggung dramatis bagi persaingan pribadi keduanya.

Jika Ronaldo berhasil mencetak gol di fase knockout dan membawa Portugal menjuarai dunia, ia tidak hanya menutup karier internasionalnya dengan gelar tertinggi, tetapi juga menyeimbangkan catatan prestasi dengan Messi. Sebaliknya, kegagalan Portugal akan memperkuat narasi bahwa Messi tetap menjadi satu‑satunya pemain yang berhasil mengukir semua trofi utama—Liga Champions, Ballon d’Or, dan Piala Dunia.

Terlepas dari hasil akhir, Piala Dunia 2026 akan menjadi babak penutup yang dramatis bagi dua bintang sepak bola terbesar generasi ini. Bagi para penggemar, pertarungan tak hanya di atas lapangan, melainkan juga dalam catatan sejarah, di mana Ronaldo berusaha menulis ulang kisahnya demi menandingi Messi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *