Keuangan.id – 04 Mei 2026 | Rasio Return on Equity (RoE) menjadi indikator utama profitabilitas bank di Indonesia. Pada Kuartal I-2026, pergerakan RoE bank-bank besar menunjukkan pola yang tidak seragam, dengan sebagian besar bank kelas KBMI 3 mencatat kenaikan dibandingkan periode sebelumnya.
Data RoE Kuartal I-2026
| Bank | RoE Q1-2026 (%) |
|---|---|
| Bank Central Asia (BCA) | 18.5 |
| Bank Mandiri | 17.2 |
| Bank Rakyat Indonesia (BRI) | 16.0 |
| Bank Negara Indonesia (BNI) | 15.5 |
| Bank Danamon | 14.3 |
| Bank CIMB Niaga | 13.8 |
Bank dengan RoE tertinggi pada kuartal ini adalah Bank Central Asia (BCA) dengan pencapaian 18,5 %. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan efisiensi operasional dan pertumbuhan pendapatan bunga bersih. Sementara itu, bank-bank lain di kelas KBMI 3, seperti Mandiri dan BRI, juga menunjukkan perbaikan yang signifikan, menandakan pemulihan profitabilitas di sektor perbankan.
Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan RoE
- Penurunan biaya provisi: Kebijakan penyesuaian risiko kredit mengurangi beban provisi.
- Peningkatan margin bunga bersih: Kondisi suku bunga yang relatif stabil membantu meningkatkan selisih antara bunga yang diterima dan dibayarkan.
- Digitalisasi layanan: Investasi pada platform digital memperluas basis nasabah dengan biaya operasional yang lebih rendah.
Secara keseluruhan, variasi RoE di antara bank-bank besar mencerminkan perbedaan strategi manajemen risiko, struktur biaya, dan fokus pada produk digital. Investor yang menilai profitabilitas jangka pendek dapat mempertimbangkan bank dengan RoE di atas 15 % sebagai kandidat yang lebih menarik.











